Seorang pemuda asal India, Kandula, telah melakukan tindakan kriminal dengan meretas sistem pengujian komputer sebuah perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya. Tindakan ini terjadi setelah dia dipecat dan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan sekitar US$918.000 atau sekitar Rp15 miliar. Kandula kemudian dijatuhi hukuman dua tahun delapan bulan penjara karena akses tidak sah ke materi komputer. Dipecat dari perusahaan karena kinerja buruk, Kandula merasa bingung dan kesal, menyebabkan dia kembali ke India. Sebelumnya, dia terlibat dalam manajemen sistem komputer jaminan kualitas (QA) di perusahaan tersebut. Dalam pernyataan terbaru, NCS menyebut sistem pengujian tersebut mandiri dan terdiri dari 180 server virtual tanpa berisi informasi sensitif. Kandula menggunakan laptopnya untuk akses ilegal ke sistem setelah kembali ke Singapura. Ia menjalankan skrip komputer yang dia buat untuk menghapus 180 server virtual dari sistem tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, Kandula dihukum dan laporan polisi dibuat mengenai peristiwa tersebut. Itulah sekelumit kisah dari pemuda India yang melakukan tindakan kriminal setelah dipecat dari pekerjaannya.
Karyawan Kecewa Hapus 180 Server Rp 15M, Dampaknya Besar
Read Also
Recommendation for You

Penelitian terbaru telah mengungkapkan temuan arkeologis menarik di Leang Bulu Bettue, Sulawesi Selatan, yang menunjukkan…

Kimberlit adalah struktur vulkanik yang menjadi sumber sebagian besar berlian di Bumi. Struktur berbentuk pipa…

Peneliti telah mengidentifikasi 360 gempa di bawah Antartika yang sebelumnya tidak terdeteksi, yang berpotensi mengancam…

Kekhawatiran tentang kelangkaan chip memori telah memicu peningkatan pembelian komputer sepanjang tahun 2025. Kondisi ini…








