Berita  

Cara Cek HP Asli dan Palsu: Tips Terbaik!

Ribuan unit smartphone ilegal dan aksesoris palsu hasil perakitan ditemukan di sebuah ruko di kawasan Green Court, Cengkareng, Jakarta Barat. Operasi tersebut berhasil menyita barang bukti senilai Rp17,6 miliar. Pelanggaran yang dilakukan termasuk impor ilegal perakitan menggunakan barang bekas dan pemalsuan merek terkenal seperti Redmi, Oppo, Vivo, dan iPhone.

Moga Simatupang, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, memberikan tips mengenali antara ponsel asli dan palsu. Pengguna bisa memperhatikan kelengkapan aksesoris, di mana smartphone palsu cenderung tidak menyertakan manual book dan kartu garansi yang sah. Ponsel rekondisi yang dijual dengan harga lebih murah di platform marketplace juga perlu diwaspadai.

Selain itu, kualitas kamera juga dapat menjadi indikator, di mana foto yang dihasilkan oleh ponsel palsu cenderung buram dan kurang jernih seperti ponsel asli. Proses booting pada ponsel palsu juga membutuhkan waktu yang lebih lama. Pelaku usaha yang melakukan rekondisi juga sering mengklaim bahwa ponsel mereka sudah dilengkapi dengan IMEI, namun keaslian IMEI tersebut masih perlu diverifikasi.

Vivo Indonesia telah memberikan tanggapannya terkait fenomena peredaran ponsel rekondisi ilegal di Indonesia. Mereka selalu mematuhi regulasi yang berlaku dan memastikan setiap produk yang beredar melalui saluran resmi telah melalui proses kontrol kualitas, pencatatan IMEI, dan sertifikasi sesuai ketentuan pemerintah. Vivo menghargai langkah pemerintah dalam memberantas peredaran produk ilegal dan mengimbau masyarakat untuk membeli produk vivo melalui saluran distribusi resmi serta memverifikasi keaslian perangkat melalui situs pengecekan IMEI resmi atau situs vivo resmi.

Source link