Berita  

Misteri Segitiga Bermuda Terpecahkan oleh Ilmuwan Inggris

Misteri Segitiga Bermuda yang telah lama menjadi perbincangan akhirnya diklaim terpecahkan oleh oseanografer Simon Boxall dari University of Southampton, Inggris. Kawasan ini terletak di antara ujung selatan Florida, Puerto Riko, dan Pulau Bermuda di utara, dan selama bertahun-tahun memicu spekulasi dan rasa penasaran. Segitiga Bermuda muncul dalam catatan sejarah sejak zaman Christopher Columbus, yang pada pelayarannya pertama ke “Dunia Baru” pada tahun 1492 mencatat fenomena tidak wajar seperti jarum kompas berputar, cahaya aneh, dan gumpalan air putih misterius.

Simon Boxall menjelaskan bahwa gelombang raksasa, atau “rogue waves”, diduga menjadi penyebab utama hilangnya kapal dan pesawat di kawasan Atlantik Utara ini. Gelombang tersebut terbentuk dari pertemuan badai dari arah selatan, utara, dan Florida, menciptakan hempasan gelombang setinggi lebih dari 30 meter. Kapal yang terjebak dalam gelombang tersebut dapat terangkat di antara puncaknya dan bahkan patah menjadi dua.

Melalui sebuah dokumenter, Boxall melakukan simulasi menggunakan model kapal USS Cyclops yang hilang pada tahun 1918. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapal bisa tenggelam dalam waktu dua hingga tiga menit jika dihantam oleh gelombang raksasa. Namun, klaim Boxall ini masih dipertanyakan oleh Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA). NOAA menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa Segitiga Bermuda lebih berbahaya daripada wilayah laut lain. Mereka berpendapat bahwa sebagian besar insiden dapat dijelaskan oleh faktor lingkungan, termasuk kondisi perairan dangkal di sekitar Laut Karibia yang berisiko bagi navigasi kapal.

Source link