Berita  

Reaksi Bos Raksasa Teknologi Pasca Kenaikan Visa Kerja AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan keputusan untuk menaikkan biaya perekrutan pekerja luar negeri dengan visa. Hal ini menuai respons dari para CEO perusahaan teknologi terkemuka di AS. CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan kegembiraannya menyambut langkah tersebut sambil menekankan pentingnya imigrasi untuk perusahaan dalam mendapatkan bakat terbaik untuk AS. Huang menegaskan bahwa imigrasi adalah fondasi dari impian Amerika, dan bahwa kehadiran pekerja asing merupakan sebuah hal yang penting untuk kedepan perusahaan dan negara. CEO OpenAI, Sam Altman, juga memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan tersebut, menganggap bahwa memberikan insentif finansial adalah langkah yang tepat dalam melibatkan bakat terbaik di negara tersebut. Sebagai informasi, biaya visa H-1B saat ini telah mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp 1,6 miliar dengan persyaratan bagi perusahaan untuk memiliki bukti pembayaran sebelum mengajukan petisi visa. Pemerintah AS juga membatasi petisi ini selama 12 bulan sampai pembayaran telah dilakukan, yang dianggap sebagai aturan penting bagi sektor teknologi dan keuangan di AS. Dua industri ini sangat mengandalkan visa H-1B untuk mendatangkan tenaga kerja terampil dari luar negeri, terutama dari India dan China. Tahun lalu, India membawa 71% visa H-1B, sementara China sebesar 11.7%. Visa ini banyak digunakan oleh perusahaan untuk mengisi posisi teknis yang sulit ditemukan di kalangan tenaga kerja AS.

Source link