Berita  

Taiwan, Pantai Timur Asia Melawan Amerika: Tren Baru?

Pemerintahan Donald Trump meluncurkan kebijakan tarif impor tinggi yang berdampak pada beberapa mitra dagangnya, termasuk Taiwan. Taiwan dikenal sebagai tempat berkembangnya raja manufaktur chip TSMC yang menghasilkan surplus besar dari pengiriman produknya ke Amerika Serikat (AS). Saat ini, AS memberlakukan tarif sebesar 20% untuk produk yang diekspor dari Taiwan. Baru-baru ini, Taiwan melakukan negosiasi dengan Washington untuk menentukan tarif yang lebih rendah. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyampaikan bahwa AS mengajukan tawaran produksi chip 50-50 ke Taiwan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong industri manufaktur dalam negeri. Meskipun demikian, tawaran tersebut ditolak secara tegas oleh pihak Taiwan. Wakil Perdana Menteri Taiwan Cheng Li-chiun yang memimpin negosiasi tarif dengan Washington, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membicarakan ide produksi chip 50-50 selama proses negosiasi. Kementerian Perdagangan AS dan Kantor Perwakilan Dagang AS belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar dari Reuters. TSMC yang melihat permintaan yang tinggi akan aplikasi AI telah menginvestasikan US$165 miliar untuk membangun pabrik chip di Arizona, AS. Namun, sebagian besar produksi tetap berada di Taiwan. Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai menyatakan bahwa negosiasi terkait isu tarif masih terus berlangsung dan merupakan konsultasi yang penting. Pada kesempatan terpisah, Presiden Taiwan Lai Ching-te bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan dan urusan Pertanian Luar Negeri AS, Luke J. Lindberg. Taiwan berencana untuk membeli produk pertanian dan peternakan AS senilai US$10 miliar selama 4 tahun ke depan. Beberapa produk yang direncanakan dibeli adalah kacang kedelai, gandum, jagung, dan daging sapi.

Source link