Penipuan yang dikenal sebagai ‘Wangiri Fraud’ telah melanda banyak korban di berbagai negara termasuk Indonesia. Modus operandi penipuan ini dimulai dengan panggilan tak terjawab dari nomor asing yang tidak dikenal, dengan tujuan untuk mendorong penerima panggilan tersebut untuk melakukan panggilan balik. Dampak dari modus penipuan ini sangat beragam, mulai dari kehilangan kepercayaan untuk menjawab panggilan telepon hingga kerugian finansial yang serius.
Global Telco Consult dalam sebuah artikelnya mengungkap bahwa penipuan ini melibatkan penggunaan jaringan dan perangkat keras tertentu, seperti pemanggil otomatis dan nomor layanan tarif premium (RPS). Para penipu menggunakan alat pemanggil otomatis untuk melakukan ribuan panggilan secara bersamaan, dengan tujuan agar penerima panggilan tersebut melakukan panggilan balik ke nomor tersebut. Nomor yang digunakan dalam penipuan ini seringkali tidak dialokasikan atau palsu, sehingga sulit untuk dilacak.
Skema penipuan ini biasanya melibatkan serangkaian panggilan telepon ke berbagai nomor di berbagai wilayah, seringkali disertai dengan SMS yang mendorong pemilik nomor untuk menghubungi kembali. Para korban yang penasaran akan melakukan panggilan ke nomor asing tersebut tanpa menyadari bahwa panggilan tersebut melibatkan tarif premium atau biaya internasional yang tinggi. Korban yang tersambung akan dialihkan ke rekaman pesan atau musik yang memberikan kesan bahwa panggilan akan segera tersambung, sementara biaya panggilan terus bertambah yang pada akhirnya menguntungkan para penipu.
Biasanya, kesadaran bahwa panggilan tersebut adalah penipuan baru terjadi setelah pulsa habis dan korban merasakan kerugian finansial. Penting untuk selalu waspada terhadap panggilan tak dikenal, terutama dari nomor asing, dan tidak tergoda untuk melakukan panggilan balik tanpa terlebih dahulu memastikan keaslian dan tujuan panggilan tersebut. Semakin meningkatnya kesadaran akan modus penipuan semacam ini diharapkan dapat membantu mencegah lebih banyak korban jatuh ke dalam perangkap para penipu.












