Perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang dimiliki oleh Elon Musk, xAI, berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp335 triliun, melebihi target awalnya sebesar US$15 miliar. Hal ini membuat xAI menjadi salah satu startup AI dengan valuasi tertinggi di dunia. Beberapa investor besar seperti Nvidia, Cisco Investments, Fidelity, Qatar Investment Authority, dan lainnya turut berpartisipasi dalam investasi tersebut, dengan Nvidia dan Cisco juga sebagai mitra strategis serta pemasok teknologi bagi xAI.
Peningkatan pendanaan xAI terjadi seiring dengan tren valuasi startup AI global yang sedang meningkat. Selain fokus pada pengembangan kecerdasan buatan, xAI juga memperluas bisnisnya ke platform media sosial X setelah bergabung dengan Twitter. Meskipun demikian, xAI juga menghadapi sorotan dari regulator di sejumlah negara termasuk Indonesia terkait isu kontroversial yang melibatkan Grok, chatbot unggulannya. Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia sedang menindaklanjuti masalah ini untuk memastikan perlindungan privasi dan citra diri warga Indonesia.
Meski terdapat kontroversi, xAI tetap menjalin kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan platform taruhan prediksi Polymarket dan Kalshi. Meskipun demikian, perusahaan ini tengah berusaha untuk meningkatkan pengaturan dan kontrol terkait konten sensitif yang dihasilkan oleh Grok AI, untuk menghindari pelanggaran privasi dan hak individu yang dapat muncul dari penggunaan teknologi tersebut.










