Mantan insinyur Google, Linwei Ding alias Leon Ding, diakui bersalah atas pencurian rahasia dagang AI untuk China oleh juri federal AS. Dia dihadapkan pada ancaman 175 tahun penjara karena tujuh dakwaan pencurian rahasia dagang dan tujuh dakwaan spionase. Ding dihukum karena mencuri informasi AI rahasia Google dan mentransfernya ke akun cloud pribadinya. Meskipun pihak pembela berpendapat bahwa Ding tidak menjual atau menggunakan data tersebut, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman maksimal. Juri federal mengirimkan pesan jelas bahwa tindakan pencurian teknologi bernilai tinggi tidak akan dilewatkan tanpa hukuman. Jaksa AS dan kepala FBI San Francisco menegaskan bahwa kasus ini berkaitan dengan keamanan nasional dan dapat mempengaruhi daya saing ekonomi AS. Hakim Distrik AS Vince Chhabria memerintahkan perampokan bebas sementara Ding menunggu hukuman, dengan alasan tidak ada risiko pelarian. Ding pertama kali didakwa pada Maret 2024 dan kasusnya kemudian diperluas pada Februari 2025, menjadikannya sebagai kasus penting yang menyoroti pentingnya melindungi kekayaan intelektual.
Skandal Eks Pegawai Google Mata-mata China: Ancaman Penjara 175 Tahun
Read Also
Recommendation for You

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini baru saja mengadakan pertemuan dengan…

Pada minggu pekan lalu, sebuah bola api terang benderang terlihat menerangi langit Eropa, menciptakan ketertarikan…

Badan intelijen Belanda mengeluarkan peringatan terkait adanya aksi peretasan yang dapat menyadap akun WhatsApp dan…

Masuknya perusahaan teknologi Anthropic ke dalam daftar hitam Amerika Serikat telah menuai keprihatinan yang besar…

Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diproyeksikan akan memberi kontribusi sebesar US$ 15,7 triliun…







