Berita  

Jeffrey Epstein: Rencana Ingin Hamili 20 Wanita untuk Membuat Ras Unggul

Jeffrey Epstein memiliki obsesi dengan modifikasi DNA manusia untuk menghilangkan ‘karakter’ dari ras tertentu yang dianggap buruk. Obsesi Epstein terhadap pandangan transhumanisme terungkap dalam sederet email yang dipublikasikan Departemen Kehakiman AS sebagai bagian dari kewajiban transparansi kasus kejahatan seks Epstein. Dalam email tersebut, Epstein bertukar informasi dengan beberapa ilmuwan terkenal mengenai impian merekayasa DNA untuk menciptakan manusia yang lebih unggul. Bahkan, ia menawarkan dana untuk mendukung penelitian para peneliti termasuk dalam penyelenggaraan konferensi ilmiah di berbagai belahan dunia.

Pada tahun 2026, Epstein menggelar konferensi ilmiah di St. Thomas, British Virgin Islands, yang dihadiri oleh ahli fisika terkenal seperti Stephen Hawking dan Kip Thorne. Dalam konferensi tersebut, Epstein lebih banyak membicarakan genom manusia daripada gravitasi, serta terus menerus bertanya tentang cara menurunkan sifat tertentu untuk menciptakan manusia unggul. Pandangan Epstein yang rasis terhadap genetika juga terungkap dalam emailnya, di mana ia menyatakan ketertarikannya memodifikasi manusia kulit hitam agar lebih cerdas.

Epstein juga mendanai riset untuk memodifikasi embrio demi menghasilkan anak dengan sifat dan karakter tertentu. Dalam sebuah email berjudul “bayi hasil desain” yang dikirim kepada pengusaha kripto Bryan Bishop, Epstein merencanakan untuk menanamkan benih dari DNA-nya ke banyak perempuan dan bahkan ingin menghamili 20 perempuan sekaligus. Selain itu, ia ingin menggunakan modifikasi genetika untuk meningkatkan dorongan seksual pada perempuan, seperti yang dibicarakan antara Epstein dan Nathan Wolfe dalam sebuah email.

Kontroversi dan obsesi Jeffrey Epstein terhadap modifikasi genetika dan penciptaan manusia unggul menciptakan polemik dan kecaman dari berbagai pihak. Meskipun telah terungkap, semua peristiwa ini tetap menjadi sorotan dan penelitian yang penting dalam menggali perilaku dan pandangan seorang individu terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jauh dari lembaran kehidupan sehari-hari, kasus Epstein membuka cakrawala baru dalam kajian genetika manusia dan etika dalam pengembangan teknologi terkini.

Source link