Berita  

Lokasi Bahaya Zona Megathrust Kepung RI: Ahli Jepang Beri Petunjuk

Ancaman gempa megathrust menjadi perhatian global bagi komunitas ilmiah saat ini. Para peneliti terus mengkaji perilaku kerak bumi, mencari sinyal awal gempa besar, dan merumuskan strategi untuk mengurangi dampaknya. Salah satunya, Prof. Kosuke Heki dari Hokkaido University, menyampaikan pandangannya mengenai gempa palung Jepang dan pembelajaran yang bisa diambil untuk Indonesia. Beliau menjelaskan mengenai siklus megathrust yang berhubungan dengan probabilitas terjadinya gempa bumi dengan kekuatan besar. Dalam penjelasannya, Heki menekankan pentingnya pemantauan deformasi jangka panjang melalui Global Navigation Satellite System (GNSS) dan pengukuran dasar laut. Dia juga memaparkan mengenai slow slip event (SSE) atau preslip sebagai indikator penting sebelum terjadinya gempa besar.

Pentingnya pengamatan terhadap pergerakan tektonik seperti ini juga relevan bagi Indonesia, yang memiliki beberapa zona subduksi aktif. Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan jaringan GNSS untuk mendeteksi deformasi dan preslip sebelum gempa terjadi. Dengan data GNSS di darat dan teknologi geodesi laut, Indonesia dapat memetakan akumulasi tegangan yang dapat memicu gempa besar di masa depan. Para ahli telah memetakan 14 zona megathrust di Indonesia, yang berubah dari laporan sebelumnya. Di antaranya, Pulau Jawa memiliki tiga zona megathrust dengan potensi gempa besar. Data ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana gempa bumi di Indonesia yang semakin diprioritaskan oleh para peneliti untuk keamanan nasional.

Source link