Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebiasaan masyarakat sehari-hari, termasuk di dunia kerja. Data dari Gallup, perusahaan analitik global, menunjukkan bahwa setengah pekerja dewasa di Amerika Serikat menggunakan AI setidaknya beberapa kali dalam setahun, dengan penggunaan AI secara berkala juga mengalami peningkatan. Survei Gallup terhadap 23.717 karyawan AS menunjukkan bahwa adopsi AI di perusahaan telah membentuk kembali dinamika tempat kerja.
Dalam era AI, perubahan tenaga kerja terjadi di perusahaan yang telah mengadopsi teknologi ini. Karyawan di perusahaan yang menggunakan AI melaporkan perubahan signifikan di tempat kerja, baik positif maupun negatif. Terkait dengan perubahan komposisi tenaga kerja, organisasi yang mengadopsi AI lebih cenderung untuk merekrut orang baru dan memperluas jumlah tenaga kerja. Perubahan ini lebih dominan di perusahaan kecil dan menengah yang menerapkan AI.
Peningkatan produktivitas masih lebih terfokus pada level individu di perusahaan yang mengimplementasikan AI. Meskipun sebagian besar karyawan melaporkan peningkatan produktivitas berkat AI, dampaknya masih terasa di tingkat individual daripada transformasi besar-besaran dalam sistem alur kerja secara keseluruhan. Studi menunjukkan bahwa perusahaan belum sepenuhnya mendesain ulang alur kerja atau proses di sekitar AI.
Pengalaman dengan AI dipengaruhi oleh tipe pekerjaan yang dilakukan karyawan. Para pemimpin manajerial melaporkan dampak positif AI pada pekerjaan mereka, sementara karyawan dalam peran layanan dan dukungan administrasi kantor cenderung merasa bahwa AI memiliki sedikit atau tidak ada efek positif. Pengetahuan ini bisa memberikan gambaran ke mana arah perkembangan tenaga kerja di masa depan.












