Kabar tentang kelangkaan chip yang terjadi secara global belakangan ini telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kenaikan harga laptop di pasar. Sejak awal tahun ini, harga laptop mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama bagi laptop dengan graphic card yang mengalami kenaikan hingga mencapai Rp4 juta. Hal ini juga berdampak pada harga RAM DDR5 terbaru yang sebelumnya berkisar Rp800-900 ribu, kini melonjak hingga lebih dari Rp2 jutaan bahkan ada yang mencapai Rp2,5 jutaan.
Penjual di berbagai toko ITC Kuningan pun mengakui bahwa kenaikan harga ini telah berdampak signifikan terhadap penjualan mereka, dengan penurunan hingga 50%. Bukan hanya itu, pada Januari lalu, CNBC Indonesia juga telah mencatat kenaikan harga RAM DDR4 dan DDR5 yang bahkan mencapai empat kali lipat. Prognosis perusahaan riset IDC juga memperkirakan penurunan pengiriman pasar PC secara global sepanjang tahun 2026 akibat dari kekurangan rantai pasok chip memori.
Salah satu produsen laptop terkemuka, Asus pun memberikan tanggapannya terkait dengan situasi dinamika rantai pasok komponen global. Mereka memastikan akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia sebagai respons terhadap kenaikan harga komponen tersebut. Dengan segala perubahan ini, pasar gadget dan komputer menghadapi tantangan signifikan dalam hal ketersediaan dan harga komponen yang cenderung naik.












