Israel Puncaki Peringkat Talent AI Global
Di tengah persaingan antara Amerika Serikat dan China dalam teknologi kecerdasan buatan (AI), Israel mengemuka sebagai pemimpin dalam bakat AI.
Berdasarkan laporan LinkedIn tahun 2024, Israel mencatatkan jumlah ahli AI yang lebih tinggi daripada negara lain, meskipun populasi negara tersebut jauh lebih kecil dibandingkan AS dan China.
Permintaan Tenaga Ahli AI Terus Meningkat
Permintaan akan sumber daya manusia dengan kemampuan AI semakin meningkat. Para pemimpin perusahaan menekankan pentingnya keterampilan AI, dengan 66% di antaranya tidak mau merekrut karyawan yang tidak bisa AI.
Temuan dari laporan Microsoft dan LinkedIn tersebut memperlihatkan bahwa para pemimpin perusahaan lebih memilih merekrut individu yang mampu AI, bahkan jika belum berpengalaman.
Top 10 Negara dengan Banjir Talent AI
Israel menempati posisi teratas dalam daftar “Top 10” negara dengan konsentrasi talenta AI terbanyak menurut LinkedIn, diikuti oleh Singapura, Luksemburg, dan negara lainnya.
Berdasarkan Chua Pei Ying, Kepala Ekonom LinkedIn wilayah APAC, negara-negara kecil seperti Israel, Singapura, Luksemburg, dan Estonia mampu mengembangkan ekosistem AI berkat investasi perusahaan dalam pelatihan karyawan dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembelajaran berkelanjutan.
India, meskipun belum masuk dalam “Top 10”, menunjukkan peningkatan talenta AI yang signifikan, dengan pertumbuhan rekrutmen AI yang mencolok. Sementara Singapura dan Amerika Serikat juga mencatatkan pertumbuhan perekrutan AI yang cukup tinggi.
Data LinkedIn menunjukkan bahwa Singapura memiliki budaya pembelajaran yang kuat, di mana para pekerja menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempelajari keterampilan AI dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara.












