Berita  

Fakta Mengerikan Dunia Nyaris Ambruk: Peneliti Google Berbicara

Google Umumkan Ancaman Hacker Berbasis Kecerdasan Buatan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok Intelijen Ancaman Google (GTIG) mengungkap laporan yang menyebut pihaknya berhasil menangkal aksi peretas (hacker) yang menggunakan model kecerdasan buatan (AI) untuk merencanakan operasi eksploitasi kerentanan berskala besar. GTIG mendeteksi penggunaan AI oleh hacker untuk menemukan kerentanan eksploitasi zero-day untuk membobol proses otentikasi dua-faktor (two-factor).

Aksi Hacker Memanfaatkan Model AI untuk Mencari Kerentanan Zero-Day

Kerentanan zero-day merujuk pada celah software yang tak diketahui oleh pengembang layanan. Kerentanan ini sering dimanfaatkan penjahat siber untuk melancarkan serangan. Google berhasil mengidentifikasi aksi kriminal ini dan mencegahnya sebelum merugikan banyak pihak.

Google menyampaikan bahwa model AI yang dimanfaatkan bukan berasal dari perusahaannya. Temuan ini mengungkapkan bagaimana hacker memanfaatkan tool AI, seperti OpenClaw, untuk mengeksploitasi celah software demi merugikan perusahaan dan lembaga lainnya.

Peluncuran Model AI Mythos Ditunda Oleh Anthropic

Pada bulan April, Anthropic menunda peluncuran model AI canggih Mythos karena khawatir model tersebut akan dieksploitasi oleh penjahat siber. Kekhawatiran ini telah menjalar ke berbagai industri dan bahkan mendorong Gedung Putih untuk menggelar pertemuan dengan pemimpin bisnis dan teknologi.

Anthropic hanya merilis model AI Mythos kepada sejumlah kelompok penguji, termasuk Apple, CrowdStrike, Microsoft, dan Palo Alto Networks. Sedangkan OpenAI belum lama ini mengumumkan model GPT-5.5-Cyber, varian terbaru model AI yang saat ini masih dalam tinjauan tim keamanan siber.

Dalam laporan terbarunya, Google menyoroti bagaimana peretas telah menggunakan tool seperti OpenClaw untuk menemukan kerentanan, melancarkan serangan, dan mengembangkan malware. Kelompok-kelompok yang terkait dengan China dan Korea Utara menunjukkan minat signifikan dalam memanfaatkan AI untuk tujuan jahat ini.

[Gambas:Video CNBC]

Source link