Elon Musk Tinggalkan AS, Menuju China Saat Perseteruan dengan OpenAI
Jakarta, CNBC Indonesia – Bos Tesla dan xAI, Elon Musk, kembali menjadi sorotan. Ia meninggalkan Amerika Serikat (AS) menuju China di tengah memanasnya persidangan gugatan melawan OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman.
Kepergian Musk terjadi saat proses hukum yang ia ajukan terhadap OpenAI mulai berbalik menekannya. Hakim distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers sebelumnya telah menetapkan Musk dalam status “pemanggilan kembali”, yang berarti ia harus siap dipanggil lagi untuk memberikan kesaksian di pengadilan.
Permintaan Maaf Pengacara Utama Elon Musk
Dalam sidang penutup, pengacara utama Musk, Steven Molo, meminta maaf atas absennya sang miliarder. “Dia menyesal tidak bisa hadir,” ujar Molo dalam persidangan.
Menurut laporan eksklusif NBC News, Musk tidak memperoleh izin resmi untuk bepergian ke luar negeri selama status pemanggilan kembali berlaku. Tindakannya tersebut dianggap tidak lazim untuk seorang saksi persidangan.
Incidensi dan Kesaksian Elon Musk
Selama memberikan kesaksian, Musk terlihat emosional dan defensif. Ia gagal mempertahankan klaim lamanya, terkait pengembangan artificial general intelligence (AGI) di Tesla dan dana yang ia gelontorkan ke OpenAI. Musk juga mengakui kesulitan menjelaskan hubungan dengan mantan anggota dewan OpenAI yang juga mantan stafnya.
Hakim Rogers bahkan memerintahkan Musk untuk berhenti mengomentari persidangan di media sosial selama proses hukum berlangsung.
Perseteruan antara Musk dan OpenAI terjadi karena Musk menilai perusahaan AI tersebut telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan demi kepentingan publik.
Sumber: CNBC Indonesia












