Berita  

Populasi Ikan Cere dan Guppy Meledak di RI: Apa Penyebabnya?

Ancaman Ikan Asing Invasif Meningkat di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Ancaman ikan asing invasif di Indonesia makin meluas. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bukan hanya ikan sapu-sapu yang kini mendominasi sejumlah perairan, tetapi juga ikan cere yang populasinya disebut berkembang tak terkendali dan berpotensi mengganggu ekosistem.

Indonesia dan Keanekaragaman Ikan Air Tawar

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Gema Wahyudewantoro mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan biodiversitas ikan air tawar yang sangat besar. Dari total sekitar 15.750 spesies ikan air tawar di dunia, sebanyak 5.114 spesies berada di Indonesia.

Namun, masuknya ikan asing terus terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Berdasarkan hasil riset BRIN, terdapat sekitar 247 jenis ikan asing di Indonesia dan sekitar 50 jenis di antaranya diduga sudah menyebar di perairan umum.

Ikan Invasif dan Dampaknya

Ikan invasif umumnya memiliki kemampuan adaptasi, berkembang biak cepat, serta mampu bersaing dengan spesies lokal karena tidak memiliki musuh alami di habitat barunya. Fenomena ini juga terjadi pada ikan cere dan guppy yang sebelumnya sengaja didatangkan untuk kebutuhan pengendalian jentik nyamuk penyebab malaria. Namun dalam perkembangannya, populasi kedua ikan itu justru meluas tanpa kontrol.

BRIN mencatat sebagian besar spesies asing masuk ke Indonesia akibat aktivitas manusia. Jalur masuknya pun beragam, mulai dari perdagangan ikan hias, introduksi ikan konsumsi, air ballast kapal, kegiatan rekreasi seperti lomba memancing, hingga kebutuhan tertentu seperti pengendalian hama.

Keberadaan ikan invasif disebut berdampak pada ekonomi masyarakat karena mengurangi hasil tangkapan ikan bernilai tinggi. Dari sisi kesehatan, sejumlah penelitian bahkan menemukan potensi kandungan logam berat dan bakteri Escherichia coli pada tubuh ikan invasif tertentu.

Langkah Pengendalian Populasi Ikan Invasif

BRIN mendorong langkah pengendalian populasi melalui penangkapan rutin, riset siklus reproduksi, identifikasi musuh alami, restorasi lingkungan, edukasi masyarakat, hingga penegakan hukum. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif melalui penguatan kebijakan, riset, dan peningkatan kesadaran publik.

Dengan berbagai upaya ini diharapkan mampu mengendalikan populasi ikan asing invasif di Indonesia dan melindungi keanekaragaman hayati lokal.

Source link