Berita  

Modus Baru Penipuan Missed Call: Identifikasi Cirinya!

Penipuan Telepon Tak Terjawab: Ancaman Modus Wangiri Fraud yang Merugikan

Menjaga Kewaspadaan dari Modus Penipuan Baru

Penipuan digital melalui missed call atau telepon tak terjawab kembali mengintai, menelan banyak korban dengan modus Wangiri Fraud. Masyarakat perlu waspada terhadap praktik penipuan ini, di mana pelaku memancing rasa penasaran korban untuk menelepon balik nomor asing atau menggunakan kode internasional tidak dikenal.

Pelaku sengaja menciptakan missed call singkat demi menarik perhatian korban. Ketika korban membalas panggilan, mereka bisa terperangkap dalam layanan berbiaya premium yang menguras pulsa atau menambah tagihan telepon mereka dengan signifikan.

Skema Penipuan Wangiri Fraud

Global Telco Consult mengungkap skema penipuan ini yang melibatkan jaringan dan perangkat keras seperti pemanggil otomatis dan nomor layanan tarif premium (RPS). Alat pemanggil otomatis dapat melakukan ribuan panggilan sekaligus dalam waktu singkat, bukan untuk dijawab tetapi untuk dipancing panggilan balik.

Para pelaku menggunakan nomor yang tidak dialokasikan atau nomor palsu yang terlihat asli untuk menipu korban. Mereka pun memanfaatkan rekaman pesan atau musik untuk menarik korban agar tetap terhubung dalam waktu yang lama, sehingga biaya yang dibebankan semakin meningkat.

Rangkuman Skema Penipuan:

  1. Penipu melakukan panggilan ke banyak nomor dengan SMS meminta panggilan balik.
  2. Korban menelepon kembali tanpa sadar terhubung ke tarif premium.
  3. Penipu membuat panggilan terkesan segera terhubung untuk memperpanjang durasi panggilan.
  4. Biaya panggilan menguntungkan penipu dan operator nomor tarif premium.
  5. Korban baru menyadari penipuan setelah pulsa habis.

Penipuan ini masih merajalela dan mengancam masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan tidak tergoda untuk menelepon kembali nomor yang mencurigakan. Dengan meningkatkan kesadaran dan edukasi, diharapkan dapat mengurangi jumlah korban yang jatuh ke dalam perangkap modus Wangiri Fraud.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link