China Siap Mejelajahi Bulan, AS Harus Kehilangan Gelar Eksklusif
Jakarta, CNBC Indonesia – Perlombaan menjelajahi luar angkasa antar-negara semakin intens. Kali ini, pesaing utama Amerika Serikat bukan lagi Uni Sovyet, tetapi China dengan para astronot mereka yang dikenal sebagai “taikonaut”.
China Misi Mendarat di Bulan pada Tahun 2027?
Kepala Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Jared Isaacman, memperkirakan China akan meluncurkan misi berawak untuk mengelilingi Bulan paling cepat pada tahun 2027. Hal ini berarti Amerika harus rela melepaskan posisinya sebagai satu-satunya negara yang berhasil membawa manusia menginjakkan kaki di Bulan.
Prediksi ini menjadi pernyataan tegas dalam pidato utama Isaacman di konferensi ASCEND yang berlangsung di Washington pada 19 Mei lalu. Isaacman memperingatkan seluruh pelaku industri antariksa bahwa negara lain kemungkinan besar akan memimpin momen bersejarah berikutnya dalam penjelajahan antariksa.
Tantangan Kepemimpinan AS di Antariksa
Isaacman memanfaatkan persaingan ini untuk merombak strategi eksplorasi Bulan. Ia menekankan bahwa persaingan ini bukan sekadar lomba teknologi, tapi juga upaya mempertahankan kepemimpinan dan pengaruh geopolitik di antariksa.
NASA telah melakukan penyesuaian jadwal yang cukup drastis. Awalnya, misi Artemis 3 dijadwalkan pada 2028, namun kini telah dimajukan menjadi masa uji terbang di orbit rendah Bumi pada 2027 dan pendaratan misi Artemis 4 di Bulan pada 2028.
Untuk memastikan NASA tetap berada di jalur yang tepat, Komite Anggaran DPR AS telah menyetujui alokasi dana lebih besar untuk program eksplorasi antariksa pada anggaran tahun fiskal 2027.
Argumen ini turut didukung oleh anggota Kongres AS, yang menganggap China sebagai saingan geopolitik nyata yang menantang kepemimpinan Amerika di ketinggian antariksa. Hal ini mengingatkan pada semangat AS pada tahun 1960-an saat berlomba dengan Uni Soviet.
China kini sedang menyusun peta jalan terstruktur untuk misi mendaratkan manusia di permukaan Bulan sebelum 2030. Dengan perkembangan ini, Amerika harus siap kehilangan gelar eksklusif sebagai satu-satunya negara yang mencapai prestasi mengirim manusia ke Bulan.












