Serangan Raksasa Iran di Los Angeles Terkait Kelompok Peretas, Ini Temuannya
Peneliti keamanan siber Israel mengungkap bahwa serangan siber besar yang menghantam jaringan transportasi umum di Los Angeles bulan lalu terkait langsung dengan peretas dari Iran. Kelompok peretas ini berhasil mencuri sekitar 700 gigabyte data berharga dari Los Angeles County Metropolitan Transportation Authority (LACMTA), termasuk email, cadangan sistem, dan file internal penting lainnya.
Selasa, 26 Mei 2026
Gambit Security, perusahaan keamanan siber di Tel Aviv, menemukan jejak digital yang menghubungkan server tempat data dicuri dengan operasi peretasan dari Iran. Meski Perusahaan Perserikatan Bangsa-Bangsa Iran belum memberikan tanggapan, temuan ini menunjukkan hubungan yang kuat antara kelompok peretas dan pihak berwenang di Iran.
Jejak Ababil of Minab
Ababil of Minab, kelompok pro-Teheran yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, terinspirasi dari tragedi pengeboman sekolah di kota Minab, Iran. Retorika dan metode operasi kelompok ini serupa dengan operasi intelijen Iran, demikian disampaikan oleh peneliti AS dan Israel.
Eyal Sela, Direktur intelijen ancaman Gambit Security, menyatakan bahwa asumsi hubungan antara Ababil dan Iran telah lama menjadi bahan penelitian. Penelitian Gambit Security memberikan bukti forensik yang mendukung asumsi tersebut.
Investigasi dan Respons
Otoritas transportasi Los Angeles telah bekerja sama dengan penegak hukum dan spesialis keamanan siber untuk mengatasi dampak serangan. Meskipun layanan transportasi tidak terganggu total, beberapa layar informasi kedatangan tidak berfungsi, dan pelanggan mengalami kendala dalam mengisi saldo kartu transportasi.
Selain LACMTA, kelompok peretas juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sistem transportasi di Florida Selatan dan beberapa perusahaan lainnya. FBI dan CISA ikut terlibat dalam investigasi untuk memerangi kejahatan siber ini.
Peretasan tersebut merupakan bagian dari serangkaian operasi digital yang semakin meningkat sejak konflik berskala besar antara AS dan Iran terjadi awal tahun ini. Sejumlah institusi di berbagai negara menjadi korban aksi peretasan yang dilakukan oleh kelompok yang diduga berasal dari Iran.












