El Niño Berpotensi Kembali, WMO: Bencana Besar Menanti
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) baru-baru ini mengeluarkan peringatan bahwa fenomena iklim El Niño diprediksi akan kembali terjadi pada musim panas tahun ini dengan tingkat kepastian mencapai 80%. Kemunculannya diperkirakan akan memperparah keadaan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia yang bisa mencakup cuaca panas, kekeringan ekstrem, hingga banjir.
Dalam prakiraan terbarunya, WMO menyatakan bahwa El Niño kemungkinan akan memiliki kekuatan sedang hingga kuat dan diperkirakan akan bertahan setidaknya sampai November 2026. Hal ini mengundang perhatian Seretaris Jenderal PBB, António Guterres, yang menekankan pentingnya mengatasi perubahan iklim yang menghantui dunia saat ini.
Proyeksi dan Dampak El Niño
Para ilmuwan memperkirakan dampak El Niño kali ini akan lebih intens, lebih lama, dan lebih sering terjadi dibandingkan sebelumnya. Fenomena ini, yang dipicu oleh pemanasan suhu air laut di Samudra Pasifik tropis, dapat mengubah pola cuaca global dan berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di berbagai wilayah.
Secara khusus, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menyampaikan bahwa persiapan menghadapi dampak El Niño yang lebih parah dibutuhkan secara mendesak. Potensi terjadinya kekeringan, hujan lebat, dan gelombang panas akan menjadi ancaman nyata dalam beberapa bulan ke depan.
Penyimpangan Cuaca dan Dampaknya
Pada periode El Niño sebelumnya, tercatat sebagai salah satu yang terkuat sepanjang sejarah, tahun 2024 menjadi salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat secara global. Dampaknya sangat kontras di berbagai wilayah Eropa, dengan wilayah Eropa Timur dilanda cuaca panas dan kering yang ekstrem, sementara di wilayah Eropa Barat mengalami hujan deras dan banjir.
Guterres menjelaskan bahwa dampak El Niño saat ini berpotensi menjangkau area yang lebih luas dan berdampak lebih merusak dibandingkan sebelumnya. Laju pemanasan global yang terus meningkat diprediksi akan memperparah situasi iklim global secara keseluruhan.
Dengan mempertimbangkan pola evolusi dan dampaknya, El Niño biasanya dikaitkan dengan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah tertentu, serta kekeringan di wilayah lainnya. Pemanasan lautan dan atmosfer yang memicu fenomena El Niño akan memengaruhi pola badai di berbagai samudra di dunia.












