Elon Musk Bakal Jadi Triliuner Pertama, Bisnis Robotaxi Tesla Melambat
Elon Musk: Manusia Pertama dengan Harta US$1 Triliun
Elon Musk diprediksi akan menjadi manusia pertama di dunia dengan kekayaan melebihi US$1 triliun atau sekitar Rp18.000 triliun. Posisinya sebagai orang terkaya di dunia masih belum tergoyahkan.
Tak cukup hanya sebagai pemimpin di industri antariksa melalui SpaceX, media sosial dan kecerdasan buatan melalui X dan xAI, serta mobil listrik melalui Tesla, Musk kini membidik peningkatan kekayaan melalui layanan taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) di bawah naungan Tesla.
Tesla Fokus Pengembangan Bisnis Robotaxi
Robotaxi Tesla memang masih berjalan lambat jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Waymo milik Alphabet (Google), namun layanan ini terus diperluas dan menjadi pusat perhatian. Tesla baru-baru ini mengumumkan peluncuran robotaxi tanpa supervisi manusia di area Austin Metro, Texas.
Kontroversi Robotaxi Tesla
Robotaxi masih menjadi topik kontroversial karena isu keamanan yang belum sepenuhnya terpecahkan, dan juga potensi ancaman terhadap profesi pengemudi online. Meskipun begitu, layanan robotaxi di Tesla semakin berkembang pesat dengan tersebarnya di berbagai kota.
Akun resmi robotaxi Tesla di X menyatakan, “Robotaxi tanpa supervisi sekarang sudah menjangkau semua area Austin Metro.”
Tesla dan Waymo Bersaing di Austin
Tesla telah mengoperasikan layanan robotaxi di Austin selama hampir setahun, namun masih ditemui banyak keluhan dari pelanggan terkait waktu tunggu yang terlalu lama. Presentasi yang dilakukan oleh pejabat Austin menunjukkan bahwa Tesla hanya memiliki sekitar 50 kendaraan yang beroperasi di sana, sementara Waymo lebih dari 250 kendaraan di area yang sama.
Elon Musk menyatakan keyakinannya bahwa mobil yang sepenuhnya mandiri tanpa pengawasan manusia akan semakin meluas di Amerika Serikat pada akhir tahun ini. Pada bulan lalu, Tesla juga meluncurkan layanan robotaxi di Dallas dan Houston untuk menghadapi persaingan di pasar.












