Penyebab Perut Buncit Bukan Hanya Konsumsi Nasi, Apa Saja?
Jakarta, CNBC Indonesia – Nasi kerap dituding sebagai penyebab perut buncit dan kenaikan berat badan. Padahal para ahli gizi menegaskan bahwa perut buncit tidak semata-mata disebabkan konsumsi nasi. Perut buncit menjadi masalah yang kerap dialami masyarakat, terutama jika memiliki pola hidup tak sehat. Misalnya, jarang olahraga dan mengonsumsi makanan tinggi lemak. Ketika memiliki perut buncit, bukan cuma masalah kesehatan yang timbul. Seringkali perut buncit dinilai mengganggu penampilan dan bikin tidak percaya diri. Selama ini, perut buncit kerap dihubungkan dengan konsumsi nasi berlebihan. Padahal, bukan nasi yang menjadi faktor utama perut buncit. Ternyata ada beberapa kebiasaan yang berkontribusi dalam membuat perut buncit. Kebiasaan ini kerap dilakukan masyarakat, termasuk orang Indonesia.
Mengapa Kebiasaan Ini Berkontribusi pada Perut Buncit?
1. Makan Kerupuk
Kerupuk merupakan bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Sayangnya, penganan renyah tersebut sangat tinggi kalori. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan satu buah kerupuk mengandung sekitar 65 kalori. “Bayangkan kalau kita hobi ngemil kerupuk, satu renteng sehari abis, berarti kita sudah memasukkan 10 x 65 kalori = 650 kalori dan pastinya tidak membuat kita kenyang,” ujarnya. Kerupuk bisa membuat penambahan kalori yang tidak sehat dan tidak memberikan rasa kenyang yang cukup.
Budi membandingkan asupan kerupuk dengan satu porsi nasi lengkap berisi nasi putih, ayam bakar, tahu, dan tempe. Meski memiliki jumlah kalori yang mirip, sepiring nasi dengan lauk pauknya jauh lebih bernutrisi dan mengenyangkan dibandingkan kerupuk. “10 kerupuk itu hampir setara dengan proporsi 1 piring nasi lengkap lauk pauknya yang pasti lebih bervariasi secara rasa, tekstur dan membuat rasa kenyang serta bernutrisi,” jelas Budi.
2. Makan Dekat Waktu Tidur
Ahli gizi The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, menyatakan bahwa idealnya kita harus mengonsumsi makanan terakhir tiga jam atau lebih sebelum tidur. Makan terlalu larut sebelum tidur dapat mengganggu proses metabolisme tubuh saat istirahat. Tubuh berusaha menyimpan energi, memulihkan, dan memperbaiki saat tidur, namun jika ada makanan yang perlu dicerna, tubuh jadi tidak fokus melakukan penyembuhan.
3. Konsumsi Makanan Manis
Makanan manis sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada minuman kemasan yang mengandung gula tinggi. Asupan kalori dan gula dalam jumlah besar dengan sedikit atau tanpa nilai gizi dalam sekali makan dapat menyebabkan penambahan berat badan, terutama di bagian perut.
Jadi, penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut jika ingin mengurangi perut buncit yang mengganggu. Perut buncit bukan hanya disebabkan oleh konsumsi nasi, tetapi juga oleh kebiasaan makan dan gaya hidup yang tidak sehat.












