Dunia Perguruan Tinggi: Mahasiswa Tak Mampu Membaca dan Menulis
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah peringatan serius datang dari dunia kuliah, kemampuan membaca dan menulis mahasiswa saat ini mengalami penurunan drastis hingga mencapai titik kritis. Pengajar universitas mulai resah dengan kenyataan bahwa mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi sebenarnya tidak memiliki kemampuan dasar membaca dan memahami teks yang panjang.
Masalah Utama dalam Kemampuan Membaca dan Menulis Mahasiswa
Tyler Jagt, seorang pengajar sastra dan penulisan di tingkat universitas, membagikan pengalamannya yang mengkhawatirkan melalui sebuah esai di The Chronicle of Higher Education. Ia memberikan tugas membaca artikel setebal 20 halaman kepada mahasiswa-mahasiswanya. Namun, tak satupun dari mahasiswa tersebut mampu menyelesaikan bacaan tersebut hingga akhir.
Data resmi juga mengonfirmasi fenomena ini. Hasil penilaian nasional pada 2024 menunjukkan bahwa skor membaca siswa kelas 12 di Amerika Serikat berada pada level terendah sejak penilaian dimulai pada 1992. Lebih dari sepertiga siswa kelas 12 mendapatkan nilai di bawah standar “dasar,” menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka kesulitan dalam menarik kesimpulan dari teks yang ada.
Dampak Kebijakan Penggunaan AI dan Ponsel
Penurunan kemampuan membaca dan menulis ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan penyebaran luas penggunaan ponsel pintar. Banyak mahasiswa kini mengandalkan AI sebagai alat bantu belajar, bahkan untuk merangkum artikel panjang dan menulis esai.
Kebijakan universitas yang memberikan akses layanan AI kepada mahasiswa turut mempercepat penurunan kemampuan membaca dan menulis. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa penggunaan AI justru dikaitkan dengan melemahnya kemampuan berpikir kritis dan gangguan daya ingat.
Sementara itu, penggunaan ponsel pintar juga memberikan dampak negatif. Ponsel yang berada di sekitar seseorang dapat mengurangi kapasitas kognitif dan fungsi otak, bahkan ketika dalam kondisi mati.
Melalui situasi ini, penting bagi dunia pendidikan untuk mencari solusi guna meningkatkan kemampuan membaca dan menulis mahasiswa agar dapat bersaing di era informasi saat ini.












