Luhut Binsar Siap Berikan Uang Rp 5,4 Juta Per Orang dengan Teknologi AI
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendistribusikan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Perihal ini diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di kompleks Istana Kepresidenan pada hari Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa teknologi AI akan digunakan untuk mengelompokkan penerima bansos berdasarkan kriteria tertentu. Bantuan tersebut tidak akan diberikan dalam bentuk barang, melainkan uang tunai dengan skema direct cash transfer senilai hingga Rp 5,4 juta per individu.
Program Bansos Berbasis AI Dimulai dari Banyuwangi
Penggunaan AI dalam penyaluran bansos telah diuji coba dalam proyek pilot di Banyuwangi, Jawa Timur. Program tersebut dinilai sukses dan saat ini tengah disosialisasikan ke 42 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.
Jika langkah-langkah ini terbukti berhasil, Luhut Binsar merencanakan peluncuran program secara nasional pada bulan Oktober mendatang. Ia percaya bahwa sistem yang digunakan akan menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan.
Identitas Data Tunggal untuk Meningkatkan Presisi Bansos
Selain itu, pemerintah juga akan memperkenalkan identitas data tunggal atau Digital Single ID yang terintegrasi pada akhir tahun ini. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bansos di masa mendatang.
“Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar,” tegas Luhut.












