China Siapkan Balasan Keras Terhadap AS
Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas setelah AS memberlakukan sanksi terhadap sejumlah perusahaan teknologi ternama asal Negeri Tirai Bambu. Respon keras pun datang dari pihak China yang menegaskan akan mengambil tindakan balasan yang lebih keras jika AS terus menerapkan kebijakan yang dianggap tidak adil.
Kementerian Perdagangan China menyatakan, “Kami pasti akan membalas dengan tegas dan keras,” dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters pada Senin (15/6/2026).
Beijing sangat menyesalkan keputusan AS dan menuntut AS untuk menghentikan praktik-praktik yang dianggap merugikan kedua belah pihak. China berharap agar AS kembali ke jalur yang benar agar hubungan antara kedua negara dapat terjalin dengan stabil dan strategis.
Daftar Perusahaan China yang Kena Sanksi AS
AS baru-baru ini menambahkan sejumlah perusahaan besar China dalam daftar sanksi mereka, dengan tuduhan membantu memajukan militer dan industri China. Beberapa di antaranya termasuk raksasa e-commerce Alibaba, perusahaan pencarian internet Baidu, serta produsen mobil BYD dan NIO. Tak hanya itu, produsen panel surya terbesar di dunia, Trina Solar dan JA Solar Technology, juga masuk dalam daftar sanksi tersebut.
Dampaknya, Departemen Pertahanan AS tidak diperkenankan untuk melakukan kontrak langsung dengan perusahaan-perusahaan yang terkena sanksi. Mereka hanya diperbolehkan untuk membeli produk atau layanan secara terbatas melalui pihak ketiga mulai tahun depan.
Daftar sanksi terbaru ini menggantikan kebijakan sebelumnya yang telah dikeluarkan pada awal tahun 2025. Langkah AS ini diambil pasca pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping yang sejatinya bertujuan untuk meredakan tensi perang dagang antara kedua negara.
Kementerian China menilai tindakan AS melanggar kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan tersebut, yang berpotensi merusak hubungan kedua negara.












