Indonesia Berupaya Mengurangi Ketergantungan Internet pada Singapura
Jakarta, CNBC Indonesia – Trafik internet di Indonesia sebagian besar masih melewati Singapura. Ketergantungan tersebut ingin diminimalisir oleh Indonesia.
Menurut Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Denny Setiawan, 90% lalu lintas internet Indonesia saat ini masih terhubung dengan Singapura.
Ketergantungan ini terjadi karena Singapura merupakan pusat digital utama di Asia Tenggara dengan menjadi tempat utama jaringan kabel bawah laut yang penting saat ini.
Perlunya Infrastruktur Digital Alternatif
Platform GeoCables mencatat bahwa Indonesia memiliki 72 kabel bawah laut, 42 di antaranya bersifat domestik dan 30 internasional, semuanya terhubung dengan Singapura. Sebagai solusi, Denny Setiawan menyatakan bahwa Indonesia perlu membangun lebih banyak jalur digital alternatif untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu koridor.
Indonesia juga harus memiliki konektivitas yang memadai untuk menjadi pusat digital di Asia Tenggara dan menjangkau wilayah Indonesia secara menyeluruh.
Risiko Ketergantungan pada Singapura
Ketergantungan Indonesia pada Singapura, meskipun tidak dapat dihindari, memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah risiko keamanan data seperti yang diungkapkan oleh asisten profesor Monash University, Muhammad Erza Aminanto.
Selain itu, risiko bencana alam dan gangguan kabel bawah laut juga menjadi keprihatinan. Ketua APJII, Muhammad Arif Angga, menjelaskan bahwa bencana alam dapat menyebabkan gangguan konektivitas internet di Indonesia.
Meskipun mengurangi ketergantungan pada Singapura bukan hal yang mudah, Indonesia perlu berupaya untuk lebih mandiri dalam hal konektivitas internet, meski tantangannya cukup besar.
Hanya sedikit perusahaan yang mampu membangun infrastruktur kabel bawah laut di Indonesia karena biaya yang tinggi dan keahlian teknis yang dibutuhkan. Sehingga, industri tersebut masih tergolong tinggi dan sulit untuk dikembangkan lebih lanjut.












