Raksasa Teknologi ‘Membakar’ Biaya Demi Kecerdasan Buatan
Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) sedang menjadi sorotan utama di tengah persaingan sengit antara raksasa teknologi. Biaya tinggi yang dikeluarkan untuk mengembangkan AI menjadi perhatian, terutama setelah OpenAI kabarnya telah menghabiskan US$3,7 miliar hanya dalam paruh pertama tahun 2026.
OpenAI dan Persiapan IPO
Menilik ke belakang, OpenAI adalah sosok dominan di balik layanan chatbot AI ChatGPT yang populer. Rencana penawaran saham perdana (IPO) sedang dipersiapkan oleh OpenAI dan pesaingnya, Anthropic. Sumber menunjukkan IPO OpenAI dijadwalkan pada awal September 2026 dengan potensi kapitalisasi pasar mencapai US$1 triliun.
Rivalitas OpenAI dan Anthropic
Persaingan antara OpenAI dan Anthropic disebut sebagai perang habis-habisan. Mereka saling berlomba dalam pemasaran kinerja keuangan kepada investor. OpenAI mengkritisi metode akuntansi Anthropic yang membuat pendapatan terlihat besar, tetapi sebagian besar disalurkan kepada mitra layanan seperti Amazon dan Google.
Angelopoulos, CEO Arena, menggambarkan rivalitas tersebut sebagai persaingan agresif di mana masing-masing perusahaan selalu berusaha mencermati langkah lawan. Setiap rilis produk baru dari salah satu pihak selalu diikuti oleh langkah serupa dari pihak lain.












