China Menghapus Ribuan Jurusan Kuliah, Fokuskan Pada Teknologi
Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tak hanya mengancam pekerjaan manusia, namun juga menimbulkan dampak pada dunia pendidikan. Di China, sejumlah kampus negara tersebut tengah melakukan perombakan besar-besaran pada program studi untuk menyelaraskan dengan tujuan pembangunan nasional.
Menurut data Kementerian Pendidikan, terdapat 30% universitas di China yang telah melakukan penyesuaian dengan zaman. Mereka mencabut atau menangguhkan 12.200 program gelar sarjana yang dianggap usang, dan memperkenalkan 10.200 program baru yang berfokus pada teknologi.
Melangkah ke Era Teknologi
Beberapa program studi yang dihapus meliputi bidang seni, humaniora, bahasa asing, dan manajemen. Bidang-bidang ini dianggap ketinggalan zaman dan tidak lagi relevan dalam dunia kerja yang semakin berkembang digital.
Di sisi lain, sembilan kampus di China telah menambahkan jurusan baru terkait kecerdasan terwujud atau embodied intelligence. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah China dalam mengakselerasi generasi kecerdasan buatan selanjutnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
Keputusan ini diambil karena semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah lulus. Gelar-gelar yang kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi salah satu faktor utama.
Melalui langkah-langkah ini, China berupaya untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih siap bersaing di era teknologi yang terus berkembang pesat. Diharapkan dengan adanya perubahan ini, lulusan perguruan tinggi akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Demikian kabar terkini mengenai perubahan besar-besaran dalam dunia pendidikan China yang kini lebih mengedepankan fokus pada teknologi untuk menghadapi tantangan zaman.
(fab/fab)












