Berita  

Mengapa Anggaran Setahun Habis dalam 2 Bulan?

Biaya Adopsi Sistem AI Meningkat Tajam

Jakarta, CNBC Indonesia – Peneliti AI yang turut mendirikan OpenAI, Ilya Sutskever, pernah berucap, “masa depan akan tetap baik bagi AI, tetapi akan lebih bermanfaat jika masa depan itu juga baik bagi manusia”.

Kata-kata tersebut makin relevan dengan kondisi saat ini, ketika raksasa teknologi berlomba-lomba menciptakan sistem AI paling canggih demi memenangkan hati para investor.

Ironisnya, AI justru membawa ‘mudarat’ baru bagi kehidupan manusia di berbagai sektor, mulai dari lingkungan yang tercemar gara-gara pembangunan infrastruktur data center AI yang membludak, hingga krisis air dan listrik karena konsumsi yang tinggi untuk menjalankan data center AI.

PHK di Sektor Teknologi AS Mencapai Angka Tertinggi

Tak cukup sampai di situ, krisis kelangkaan chip memori global gara-gara data center AI juga sudah mendongkrak harga perangkat konsumen elektronik. Belum lagi penyebaran disinformasi dan penipuan online yang kian merajalela karena dipermudah tool AI.

Gelombang PHK dan kecemasan generasi muda terhadap masa depan pekerjaan manusia yang berpotensi digantikan AI juga menjadi momok. Pada Mei 2026, sektor teknologi di Amerika Serikat (AS) mencatat jumlah PHK tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.

Berdasarkan data perusahaan jasa penempatan kerja Challenger, Gray & Christmas, perusahaan teknologi mengumumkan rencana penghapusan 38.242 posisi pekerjaan sepanjang Mei. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sejak Agustus 2024.

Anggaran PHK Digunakan untuk Pengembangan AI

Meningkatnya biaya penggunaan sistem AI berarti kepemimpinan perusahaan harus mempertanyakan ke mana tepatnya mereka membelanjakan uang yang dibutuhkan untuk menjaga bisnis tetap berjalan.

CNBC International berbicara dengan dua CEO AI perusahaan yang sibuk menerapkan AI kepada karyawan mereka, dan keduanya menyoroti bahwa biaya AI meningkat tajam, dan harga AI melonjak ke tingkat tertinggi.

Anggaran Setahun Habis Cuma Hitungan Bulan

Bersamaan dengan itu, pengguna AI yang agresif dan mencari peningkatan produktivitas yang dijanjikan oleh teknologi tersebut, makin banyak menghabiskan token untuk mencoba menyelesaikan masalah bisnis mereka.

Bahkan, ada beberapa pengguna yang terlibat dalam tokenmaxxing, tren seperti meme yang menunjukkan para pekerja garis depan mati-matian menghabiskan token AI sebanyak mungkin agar terlihat produktif.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, CEO OpenAI Sam Altman mengakui bahwa masalah biaya menjadi makin krusial.

“Orang-orang mengatakan, ‘perusahaan saya menghabiskan seluruh anggaran 2026 saya di Q1. Bisakah Anda membuat ini lebih efisien?'” katanya.

Tingginya biaya untuk mengadopsi AI menjadi masalah yang tiba-tiba muncul di 2026, seiring ketergantungan pekerja yang makin signifikan terhadap AI. Dari awal tahun 2026, hal itu berubah dari “masalah yang tidak pernah muncul tiba-tiba menjadi masalah besar,” lapor Tom’s Hardware.

Source link