Platform Inovatif RentAHuman.ai: Menyewakan Tubuh Manusia untuk Kecerdasan Buatan
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah terobosan inovatif mengguncang dunia teknologi, di mana sebuah perusahaan rintisan telah meluncurkan layanan komersial unik yang memungkinkan menyewakan tubuh manusia untuk mendukung kecerdasan buatan (AI). RentAHuman.ai, demikian nama perusahaan yang mempersembahkan konsep revolusioner ini, dipimpin oleh seorang inovator bernama Alexander Liteplo.
Liteplo menjelaskan bahwa RentAHuman.ai hadir dengan wadah digital yang mempertemukan sistem AI dengan manusia untuk menyelesaikan berbagai tugas fisik di dunia nyata yang tidak dapat dilakukan oleh AI di ruang digital.
Permintaan Tinggi, Layanan Unik dengan 760.845 Orang Tersedia
Sejak diluncurkan pada Senin lalu, lebih dari 130 individu telah mendaftarkan diri mereka untuk disewakan oleh AI melalui platform RentAHuman.ai yang mengusung model bisnis yang tidak lazim ini. Beragam latar belakang, mulai dari model OnlyFans hingga CEO startup, tercatat menjadi bagian dari pergerakan ini.
Dalam waktu singkat, jumlah pendaftar melonjak pesat menjadi 73.000 orang hanya dalam dua hari, meskipun saat ini baru 83 profil yang dapat ditemukan di situs web RentAHuman.ai. Pada hari ini, Minggu (21/6/2026), sudah ada 760.845 orang yang siap disewa oleh AI melalui platform tersebut.
Tantangan dan Peluang: Menjadi Bagian dari Ekosistem Gig Economy Baru
Liteplo meyakini bahwa RentAHuman.ai memiliki potensi besar karena adanya kebutuhan AI akan bantuan fisik manusia. Dengan model kerja yang transparan, individu yang tertarik dapat membuat profil sesuai dengan keahlian dan menentukan harga jasa mereka sendiri.
Platform RentAHuman.ai memungkinkan bot AI untuk menghubungi individu yang sesuai dengan kebutuhan tugas tertentu, memberikan instruksi, dan memvalidasi penyelesaian tugas tersebut untuk kemudian menggantinya dengan pembayaran dalam bentuk aset kripto.
Dengan visi membentuk ekosistem gig works baru, RentAHuman.ai berharap dapat merangsang pertumbuhan model kerja serabutan seperti yang telah diperkenalkan oleh perusahaan-perusahaan seperti Uber, Gojek, dan Grab. AI menjadi penyedia pekerjaan tambahan, mulai dari pengiriman paket hingga kehadiran acara, sehingga membuka peluang baru bagi para penyedia jasa dan agen AI.












