Perusahaan Korea Selatan Geser Samsung, Hynix Jadi Raja Chip AI
Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan hebat dialami oleh raksasa chip SK Hynix yang berhasil menggulingkan posisi Samsung Electronics sebagai perusahaan paling bernilai di Korea Selatan. Masuknya SK Hynix sebagai pemain utama dalam industri chip memori high-bandwidth (HBM) yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan (AI) telah membawa kesuksesan besar. Klien-kliennya, termasuk Nvidia dan Google, menjadikan SK Hynix sebagai pemasok dominan dalam pasar tersebut.
Kenaikan gila-gilaan saham SK Hynix hingga lebih dari 340% sepanjang tahun 2026 membawa kapitalisasi pasarnya melampaui Samsung dan Micron. Hal ini mengukuhkan SK Hynix sebagai perusahaan paling bernilai dan produsen chip memori termahal di dunia. Sahamnya melonjak 5,6% pada Senin (22/6), mencapai kapitalisasi pasar sebesar 2.080 triliun won, sementara saham Samsung hanya naik tipis 0,14% dengan kapitalisasi pasar 2.066 triliun won.
Perjalanan Luar Biasa dari Kehancuran Hingga Puncak Kesuksesan
Pada tahun 2002, Hynix Semiconductor hampir dijual kepada Micron karena terpuruk oleh utang yang terakumulasi selama usaha ekspansi yang agresif. Kesepakatan tersebut gagal, dan perusahaan terpaksa berada di bawah kendali kreditur selama hampir satu dekade. Namun, dengan dorongan industri AI dan investasi besar dari perusahaan teknologi terkemuka, SK Hynix mulai bangkit.
Keputusan SK Hynix untuk terus berinvestasi dalam chip HBM, yang terbukti sangat penting dalam ekosistem AI, merupakan kunci kesuksesannya. Pada tahun 2025, SK Hynix menguasai 61% pasar HBM global, menjauhkan Samsung dan Micron. Chip HBM menjadi komponen inti dalam infrastruktur AI, tidak lagi bersifat periferal seperti sebelumnya.
Ancaman Bagi “Raja Sejati” Samsung
Peran SK Hynix dalam industri semikonduktor global semakin mengancam posisi Samsung, terutama sebagai produsen DRAM terbesar di dunia. Proyeksi produksi SK Hynix dalam beberapa tahun ke depan menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang berpotensi mempersempit kesenjangan produksi dengan Samsung. Bank of America memprediksi bahwa SK Hynix dapat mengejar ketertinggalan produksinya dari Samsung, mengancam dominasi Samsung dalam industri DRAM.
SK Hynix juga berencana untuk mencatatkan sahamnya di Nasdaq, menyusul kesuksesan dan pertumbuhan pesatnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profil perusahaan di pasar global dan menarik minat investor asing. Semua faktor ini menandai kebangkitan gemilang SK Hynix dari hampir kebangkrutan menjadi pemimpin pasar di Korea Selatan dan dunia.












