Jakarta, CNBC Indonesia – Pengaruh teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin meluas dan mempengaruhi berbagai sektor. Seiring dengan perkembangannya, teknologi AI diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Namun, di balik manfaatnya, terdapat dampak negatif yang harus dihadapi. Banyak pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan akibat penggantian oleh AI. Gelombang PHK semakin marak terjadi dan sering kali terkait dengan penggunaan teknologi AI. Permasalahan keamanan siber dan penipuan online pun semakin meningkat karena memanfaatkan kecanggihan AI.
Kerentanan AI terhadap Penyebaran Disinformasi
Selain itu, penyebaran disinformasi dan deepfake yang semakin mudah dengan bantuan AI juga menjadi ancaman serius. Hal ini dapat merusak lingkungan digital dan memperlebar polarisasi di antara masyarakat.
Kritik terhadap Dampak Lingkungan dari Data Center AI
Dampak negatif lainnya adalah terkait dengan kerusakan lingkungan. Infrastruktur data center yang diperlukan untuk menjalankan teknologi AI membutuhkan konsumsi listrik dan air dalam jumlah besar. Hal ini berpotensi mengancam lingkungan, termasuk perampasan lahan hijau.
Pada tanggapan terhadap kondisi tersebut, PBB mengeluarkan pernyataan yang meminta perusahaan teknologi besar untuk meningkatkan transparansi terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pengembangan data center.
Selain itu, PBB juga menekankan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional data center untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Panggilan Aksi dari PBB
António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, menyerukan perusahaan teknologi untuk memperhitungkan dan mengungkapkan secara terbuka dampak penggunaan sumber daya seperti air, karbon, dan lahan.
Guterres menegaskan pentingnya komitmen perusahaan teknologi dalam mengimplementasikan energi terbarukan di semua data center mereka sebagai langkah untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Pernyataan Guterres ini juga merupakan bagian dari upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Pemimpin dunia diharapkan dapat memberikan dukungan dalam upaya mencapai tujuan tersebut.












