Berita  

Gempa Dahsyat Beruntun Selama 8 Jam: Penanda Bencana Alam Terbesar?

Gempa Bumi Besar Guncang Dunia dalam Waktu Singkat

Jakarta, CNBC Indonesia – Seri gempa bumi berkekuatan besar mengguncang berbagai belahan dunia dalam kurun waktu kurang dari delapan jam pada Rabu (24/6) lalu. Mulai dari California, Venezuela, hingga Jepang, rentetan peristiwa ini mengundang pertanyaan mengenai kesamaan atau hubungan antara keempat gempa tersebut.

Rentetan Gempa dalam Satu Hari

Gempa pertama berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang California Utara pada pukul 11.10 waktu setempat, dengan episentrum dekat kota kecil Ukiah. Selang beberapa jam kemudian, gempa di wilayah pesisir timur laut Venezuela dengan magnitude 7,2 disusul gempa utama 7,5. Tak lama berselang, gempa berkekuatan 6,9 melanda lepas pantai Kuji, Jepang, membuat Rabu menjadi hari dengan aktivitas seismik yang amat luar biasa.

Di California dan Jepang, kerusakan akibat gempa tidak terlalu parah meskipun beberapa orang mengalami luka ringan. Namun, situasi di Venezuela jauh lebih mengkhawatirkan dengan puluhan bangunan hancur dan korban jiwa serta luka mencapai ratusan.

Peristiwa Kebetulan atau Berkaitan?

Keberadaan keempat gempa besar dalam jangka waktu yang cukup singkat memunculkan spekulasi apakah semua kejadian itu memiliki kaitan satu sama lain.

Secara ilmiah, gempa bumi terjadi karena pelepasan tiba-tiba tekanan yang terakumulasi di patahan atau retakan kerak bumi. Patahan merupakan batas antara lempeng tektonik yang bergerak secara terus-menerus. Meskipun California, Venezuela, dan Jepang merupakan wilayah rawan gempa, aktivitas seismik di setiap tempat tersebut berasal dari patahan yang berbeda, sehingga hubungan langsung antara ketiganya tidak terbukti.

Gempa di California Utara berawal dari Patahan Maacama yang merupakan bagian dari Patahan San Andreas. Di Jepang, aktivitas gempa sering dipicu oleh zona subduksi Palung Jepang di pesisir timur laut Pulau Honshu.

US Geological Survey (USGS) menyebutkan bahwa rangkaian gempa besar dapat saling memengaruhi melalui mekanisme transfer stres dinamis. Namun, dalam kasus Rabu lalu, diperkirakan bahwa gempa di California, Venezuela, dan Jepang terjadi secara kebetulan (coincidental).

Ahli gempa masih terus melakukan pengamatan dan penelitian untuk menggali mekanisme masing-masing gempa. Meskipun demikian, kemungkinan besar tidak akan ditemukan hubungan langsung di antara ketiga lokasi kejadian gempa tersebut.

Rentetan gempa ini kembali mengingatkan bahwa wilayah rawan gempa bisa dilanda goncangan besar kapan saja, sehingga kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tetap harus diutamakan.

(Fab/fab)

Source link