Transportasi Darat Menjadi Penyumbang Emisi Gas Tertinggi
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa emisi gas tertinggi berasal dari transportasi darat, terutama kendaraan seperti mobil dan motor. Dalam sebuah konferensi pers, AHY menjelaskan bahwa sebesar 22% dari emisi gas di Indonesia berasal dari sektor transportasi, dengan mayoritas berasal dari kendaraan darat.
Mendukung Transportasi Hijau untuk Mengurangi Emisi Gas dan Polusi
Dengan demikian, AHY menekankan pentingnya penerapan transportasi hijau sebagai solusi untuk mengurangi emisi gas dan polusi udara. Selain dampak positif terhadap lingkungan, transportasi yang ramah lingkungan juga dapat membantu menekan biaya transportasi secara keseluruhan. Meskipun membutuhkan investasi awal yang besar untuk mengkonversi kendaraan berbasis fosil menjadi baterai, namun AHY yakin bahwa hal tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang yang lebih baik bagi lingkungan dan ekonomi.
Promosi Kendaraan Listrik dan Pengurangan Ketergantungan Terhadap Energi Fosil
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga dapat mendorong pertumbuhan industri nasional dalam negeri. Hal ini terbukti dengan masih tingginya impor kendaraan listrik di Tanah Air. AHY merasa optimis dengan langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan-perusahaan seperti Grab Indonesia dalam mengurangi emisi gas dan polusi. Saat ini, Grab Indonesia memiliki 28 ribu kendaraan listrik dan berencana untuk meningkatkannya menjadi 42 ribu pada akhir tahun ini, sebagai bagian dari upaya untuk elektrifikasi transportasi.
Dengan demikian, melalui langkah-langkah ini, diharapkan dapat terjadi perubahan positif dalam mengurangi emisi gas dan polusi udara di Indonesia serta mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.
(npb/wur)












