Akun Anak di Media Sosial Ditakedown dari 4,8 Juta Akun
Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak dua bulan lalu, sekitar 4,8 juta akun anak di media sosial telah ditakedown seiring dengan pelaksanaan PP Tunas. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong untuk melakukan self-assessment segera.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa sebanyak 185 ribu akun di platform media sosial milik Meta sudah dihapus dalam dua bulan terakhir.
Tindakan dari Pemerintah
“Ini yang baru dari Meta tadi, YouTube, TikTok, tiga platform,” kata Alex di kantor Komdigi pada Selasa (29/6/2026). Alex juga telah meminta platform lain untuk memberikan laporan secara rutin terkait tindakan yang dilakukan.
PP Tunas dan Tata Kelola Penggunaan Media Sosial
PP Tunas atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak mengklasifikasikan batas usia pengguna media sosial berdasarkan kategori usia.
Aturan tersebut membagi kategori pengguna berdasarkan usia sebagai berikut:
- Di bawah 13 tahun: hanya boleh mengakses platform yang sepenuhnya aman, seperti situs edukasi atau platform khusus anak.
- 13-15 tahun: dapat mengakses platform dengan risiko rendah hingga sedang.
- 16-17 tahun: diizinkan mengakses platform dengan risiko tinggi tetapi harus dengan pendampingan orang tua.
- 18 tahun ke atas: boleh mengakses secara independen semua kategori platform.
Self-Assessment dan Penilaian Risiko
Aturan juga mewajibkan platform untuk melakukan self-assessment guna mengidentifikasi platform secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah sebuah platform masuk dalam kategori risiko rendah atau tinggi.
Alex menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sekitar 200 platform yang telah melakukan self-assessment. Dia juga menekankan bahwa platform yang tidak memberikan penilaian akan berisiko ditetapkan sebagai platform dengan profil risiko tinggi.
Dengan adanya aturan yang diterapkan, diharapkan pengguna media sosial, terutama anak-anak, dapat terlindungi dan menggunakan platform secara bijak sesuai dengan usia dan kategori risiko yang ditetapkan.












