Bogor, Tempat yang Dikenal sebagai Kota Hujan, Kian Panas dan Jarang Hujan
Masyarakat Bogor dihebohkan dengan perubahan suhu udara di kota yang selama ini dikenal sebagai Kota Hujan. Suasana yang relatif sejuk dan hujan deras secara tiba-tiba berubah menjadi suhu yang panas, mencapai 32-34 derajat Celsius. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat Bogor terkait perubahan cuaca yang terjadi.
Penjelasan dari Pakar Geofisika dan Meteorologi
Dr Givo Alsepan dari IPB University menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara di Bogor dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk fenomena iklim global dan perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi yang pesat. SuaraAlarm.id, Senin (13/7/2026), melaporkan bahwa berdasarkan informasi dari website resmi IPB, suhu rata-rata normal di Bogor berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun, kondisi ini dapat berubah akibat pengaruh fenomena iklim seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO).
Menurut penjelasan Dr Givo, El Nino merupakan salah satu faktor penentu cuaca panas saat ini di Bogor. Fenomena ENSO yang sedang terjadi di Samudra Pasifik tropis mempengaruhi suhu udara dan pola curah hujan di Indonesia. Dengan adanya El Nino, suhu permukaan laut di Pasifik bagian timur dan tengah menjadi lebih hangat, menyebabkan pasokan uap air ke Indonesia berkurang sehingga curah hujan pun menurun. Hal ini menjelaskan mengapa masyarakat Bogor merasakan cuaca panas dan jarang hujan akhir-akhir ini.
Perubahan Iklim dan Urbanisasi sebagai Penyebab
Dr Givo memperingatkan bahwa di balik fenomena El Nino, terdapat persoalan yang lebih serius, yaitu perubahan iklim global. Data klimatologi menunjukkan bahwa suhu rata-rata di Bogor terus meningkat sejak tahun 1990. Selain itu, urbanisasi yang cepat di Bogor juga memperburuk kondisi ini. Peningkatan kawasan perkotaan tanpa ruang terbuka hijau memicu terjadinya urban heat island, di mana suhu di perkotaan lebih tinggi dari daerah sekitarnya.
Menghadapi situasi ini, Dr Givo menyarankan bahwa pihak masyarakat dan pemerintah harus bersinergi dalam menjaga lingkungan Bogor. Penghijauan lingkungan, bangunan yang ramah lingkungan, serta perlindungan terhadap ruang terbuka hijau harus menjadi prioritas. Pohon, sebagai solusi alami, dapat membantu menurunkan suhu udara, mengurangi efek urban heat island, serta meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.












