Berita  

Ilmuwan Mengungkap Perhitungan Sisa Umur di Bumi






Studi Terbaru: Masih Berapa Lama Bumi Bisa Bertahan?

Studi Terbaru: Masih Berapa Lama Bumi Bisa Bertahan?

Beberapa ilmuwan berusaha meramalkan akhir kehidupan di Bumi dengan berbagai versi temuan studi yang dilakukan. Salah satunya menyatakan bahwa dalam lima tahun lagi, Bumi akan ditelan oleh Matahari yang telah berubah menjadi raksasa merah. Hal ini berpotensi mengakhiri kehidupan di planet ini.

Proyeksi Kehidupan di Bumi

Namun, studi lain menyoroti peningkatan luminositas Matahari yang dapat mempercepat akhir dari kehidupan di Bumi. Ada temuan menarik yang menyebutkan bahwa kehidupan tumbuhan di planet ini diproyeksikan dapat bertahan lebih dari 1,8 miliar tahun ke depan, jauh sebelum perubahan bentuk Matahari menjadi ancaman serius.

Para peneliti mengungkapkan bahwa rentang hidup biosfer Bumi terbatas akibat peningkatan kecerahan Matahari seiring waktu. Hal ini seperti siklus karbon panjang yang merespon perubahan kondisi atmosfer dan kelangkaan Co2 di masa depan.

Dampak pada Tumbuhan dan Siklus Carbon

Penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar karbon dioksida di atmosfer dapat berdampak buruk pada organisme makro, termasuk tumbuhan yang memerlukan CO2 untuk fotosintesis. Kehilangan kehidupan tumbuhan diprakirakan terjadi dalam waktu sekitar 100 juta tahun karena gangguan pada siklus karbonat-silikat Bumi.

Dalam studi terbaru ini, peneliti membuat 29 model iklim untuk menyimulasikan skenario masa depan biosfer Bumi. Mereka mempertimbangkan faktor suhu, kadar CO2, dan jenis metabolisme tumbuhan untuk menentukan masa depan ketersediaan habitat bagi berbagai bentuk kehidupan di planet ini.

Para peneliti juga menekankan bahwa hasil studi mereka didasarkan pada asumsi kondisi fotosintesis saat ini, dan faktor evolusi fotosintesis di masa depan perlu dipertimbangkan dalam analisis yang lebih mendalam.

Sebagai kesimpulan, pemahaman tentang batasan keberlanjutan hidup di Bumi berdasarkan perubahan kondisi lingkungan dapat memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai masa depan planet ini.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link: Link to Source

Source link