Jakarta, CNBC Indonesia – Samsung memimpin penjualan smartphone global selama kuartal kedua 2026. Perusahaan asal Korea Selatan ini mampu mencatatkan pangsa pasar sebesar 24%, naik dari 20% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan Samsung didorong oleh kesuksesan seri Galaxy S26, terutama varian S26 Ultra dengan fitur-fitur unggulan seperti layar privasi dan kecerdasan buatan (AI).
Samsung Geser Apple sebagai Raja Smartphone Dunia
Perolehan pangsa pasar Samsung yang meningkat menunjukkan kinerja yang baik dibandingkan pesaing-pesaingnya. Di posisi kedua, Apple berhasil tumbuh sebesar 3% dengan pangsa pasar 20% pada kuartal II-2026. Meskipun iPhone 17 terus menjadi produk andalan Apple, perusahaan ini mengalami penurunan pengiriman di China akibat kurangnya promosi agresif dan permintaan yang mengarah pada perangkat generasi terbaru.
Penurunan Penjualan Xiaomi, Oppo, dan Vivo
Di sisi lain, Xiaomi, Oppo, dan Vivo mengalami penurunan penjualan selama kuartal II-2026. Kenaikan harga memori membuat permintaan pada segmen entry-level dan menengah terpukul, mengakibatkan banyak konsumen menunda pembelian atau beralih ke perangkat generasi sebelumnya. Upaya merampingkan portofolio produk dilakukan oleh Xiaomi, sementara Oppo fokus pada seri A dan Reno untuk meredam penurunan penjualan.
Secara keseluruhan, industri smartphone global mengalami penurunan pengiriman sebesar 11% pada kuartal II-2026. Kekurangan pasokan memori yang terus berlanjut menjadi salah satu faktor utama penyebabnya. Hal tersebut juga menyebabkan kenaikan harga komponen, yang kemudian ditransfer ke konsumen melalui kenaikan harga jual.
Peningkatan Harga Memori Berdampak pada Penjualan Smartphone
Menurut analis senior Shilpi Jain dari Counterpoint, para produsen smartphone mulai merespons dengan berbagai strategi. Ada yang menaikkan harga dan mengurangi margin keuntungan, sementara yang lain memperpanjang siklus hidup produk dan menggunakan promosi untuk menarik pembeli yang lebih hemat biaya. Tantangan terbesar terletak pada perangkat kelas bawah dan menengah, dimana harga memori yang naik berdampak signifikan terhadap harga jual.
Dengan demikian, inovasi, strategi harga, dan fokus pada segmen pasar yang tepat akan menjadi kunci bagi produsen smartphone untuk tetap bersaing di pasar yang semakin ketat dan berubah-ubah.












