Ekspor Korea Selatan Anjlok 52,3%, Penyebabnya?
Krisis kelangkaan chip memori global mengguncang industri perangkat elektronik konsumen. Pasokan chip memori yang terbatas di tengah lonjakan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat Korea Selatan, pusat industri chip, terkena dampak serius.
Runtuhnya Ekspor Korea Selatan
Pada 20 Juli 2026, ekspor Korea Selatan menurun tajam hingga 52,3% secara tahunan, mencapai total US$54,9 miliar. Penurunan signifikan ini disebabkan oleh krisis chip memori yang menghambat suplai dan pasokan. Permintaan yang tinggi dari sektor AI memicu lonjakan ekspor chip, yang naik hampir tiga kali lipat dalam 20 hari pertama Juli.
Data dari Layanan Bea Cukai Korea Selatan menunjukkan bahwa ekspor semikonduktor (chip) mencatatkan kenaikan 180% menjadi US$22,1 miliar. Industri chip memang menjadi tulang punggung ekonomi Korea Selatan saat ini.
Impor dan Surplus Perdagangan
Di sisi lain, impor Korea Selatan juga meningkat 20% menjadi US$42,7 miliar selama periode yang sama. Meskipun demikian, Korea Selatan masih berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar US$12,2 miliar, menunjukkan kekuatan ekonomi negara tersebut di tengah krisis global.
Dilansir dari CNBC Indonesia, ekspor produk minyak bumi mengalami kenaikan 33,4%, sementara ekspor mobil turun 10,6%. Secara keseluruhan, Korea Selatan terus berupaya menjaga keseimbangan perdagangan di tengah gejolak ekonomi global.
Meskipun terjadi penurunan ekspor yang signifikan, Korea Selatan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam industri chip global. Krisis kelangkaan chip memori menjadi ujian bagi negara ini, namun sektor semikonduktor tetap menjadi andalan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dalam situasi sulit.
Seiring dengan upaya pemulihan dalam industri chip, Korea Selatan terus berupaya untuk mengatasi krisis ini dan memastikan ketersediaan chip memori yang mencukupi untuk memenuhi permintaan di pasar global.












