Berita  

Mengapa Kita Perlu Sadar akan Penurunan Kualitas Oksigen?






Oksigen di Bumi Mulai Menghilang, Ancaman bagi Sistem Kehidupan

Oksigen di Bumi Mulai Menghilang, Ancaman bagi Sistem Kehidupan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kadar oksigen yang terlarut di lautan, sungai, serta danau Bumi mengalami penurunan yang signifikan. Ilmuwan memperingatkan bahwa hal ini tidak hanya berdampak buruk bagi ekosistem perairan, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan sistem planet kita secara keseluruhan. Laporan terkait dipublikasikan dalam jurnal Limnology and Oceanography pada akhir Juni 2026, diperoleh dari lembaga penelitian seperti Scripps Institution of Oceanography, Universitas California San Diego, serta dilaporkan oleh Gizmodo.

Penyebab Penurunan Kadar Oksigen Air

Penurunan kadar oksigen di dalam air, yang juga dikenal sebagai deoksigenasi, disebabkan oleh tiga faktor utama hasil aktivitas manusia. Pertama, pemanasan global mengakibatkan peningkatan suhu air, sehingga kapasitas penampungan oksigen dalam air menurun. Setiap kenaikan suhu 1 derajat Celcius akan mengurangi kapasitas oksigen sekitar 2%. Kedua, kontaminasi nutrisi dari sisa pupuk pertanian dan limbah rumah tangga memasuki perairan, memicu pertumbuhan alga yang berlebihan dan menghabiskan oksigen saat busuk. Ketiga, perubahan arus air akibat lapisan air hangat di permukaan, menyebabkan oksigen dari atas sulit menembus hingga ke dasar laut.

Dampak Krisis Oksigen bagi Bumi

Peneliti utama, Erica Ferrer, menjelaskan bahwa penurunan kadar oksigen di air memiliki dampak serius hingga ke sistem planet kita. Reduksi oksigen mempengaruhi siklus alami yang mengatur iklim, biodiversitas, dan penyediaan pangan bagi manusia. Para ilmuwan menyarankan agar penurunan kadar oksigen air dimasukkan dalam daftar planetary boundary, yang mengindikasikan batasan kritis yang tidak boleh dilampaui agar Bumi tetap layak huni.

Saat ini, penurunan oksigen telah berhubungan erat dengan masalah lingkungan lainnya seperti perubahan iklim, pengasaman laut, dan penurunan keanekaragaman spesies. Hal ini dapat berlangsung berabad-abad tanpa tindakan yang tepat. Kekurangan oksigen tidak hanya mengancam kehidupan hewan laut, namun juga dapat mengganggu siklus karbon dan nitrogen yang membantu menyeimbangkan suhu Bumi, serta mempercepat pemanasan global.

Perairan yang kekurangan oksigen dapat melepaskan gas rumah kaca seperti metana dan dinitro oksida, sehingga memperburuk kondisi iklim. Mamalia laut yang bergantung pada udara di permukaan laut juga akan terdampak karena hilangnya mangsa atau perubahan habitat.

Para peneliti menegaskan bahwa bahaya kekurangan oksigen ini tidak berarti perairan akan kehilangan oksigen sepenuhnya dalam waktu dekat. Namun, perubahan yang terjadi mengarah pada kondisi yang tidak aman, dan membutuhkan upaya perbaikan jangka panjang untuk mengatasi masalah ini.

(Dem/Dem)

Source link