Berita  

Petaka Baru China: Trump Mengamuk Tanpa Henti

Amerika Serikat Menyelidiki Teknologi Kecerdasan Buatan China

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas dengan pihak AS yang akan menyelidiki dugaan penggunaan teknologi dari perusahaan-perusahaan AI Amerika oleh China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan toleran terhadap pencurian kekayaan intelektual (IP).

Model AI open-weight dari China kini mulai bersaing dengan produk unggulan perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic, memunculkan kekhawatiran akan keunggulan AS dalam perlombaan AI. Startup China Moonshot AI kembali membuat terobosan dengan meluncurkan model Kimi K3, yang berhasil mengungguli produk beberapa perusahaan AS dalam berbagai tolok ukur industri.

Tindakan Asing ‘Pencurian’ Teknologi AS

Menteri Bessent menyebut praktik tersebut menggunakan istilah “distillation” atau distilasi, di mana model kecil dan kurang mampu dibangun dengan memanfaatkan keluaran model lain yang lebih kuat. Anthropic, perusahaan AS, menuduh Alibaba, perusahaan teknologi China, melakukan distilasi terbesar yang pernah terjadi.

AS dan China dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan mengenai AI pada bulan September mendatang, di mana Bessent akan ikut mewakili AS. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan watermark model AS yang ditemukan pada model China, yang dianggap tidak dapat diterima.

Namun, selain China, perusahaan AI AS juga pernah menghadapi tuduhan pencurian kekayaan intelektual dalam beberapa tahun terakhir. Anthropic misalnya, harus membayar US$1,5 miliar sebagai penyelesaian gugatan class action dari penulis yang menuduh perusahaan tersebut mengunduh buku secara ilegal.

Sementara itu, The New York Times juga menggugat OpenAI dan Microsoft pada tahun 2023 atas tuduhan pelanggaran hak cipta terkait penggunaan kekayaan intelektual untuk melatih model AI mereka.

Source link