Raksasa e-Commerce JD.com Berhasil Ekspansi ke Eropa
Jakarta, CNBC Indonesia – JD.com, perusahaan e-commerce terkemuka dari China, sukses melakukan ekspansi bisnisnya ke Eropa dengan peluncuran layanan Joybuy di sejumlah negara Eropa pada Maret 2026. Akan tetapi, di Indonesia, JD.com telah resmi menutup operasionalnya pada bulan Maret 2023.
JD.com juga sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi peritel elektronik Ceconomy di Jerman dengan nilai transaksi sekitar US$2,5 miliar atau sekitar Rp44 triliun. Meskipun demikian, rencana akuisisi ini mendapat peringatan keras dari regulator Uni Eropa (UE) atas kekhawatiran akan dampak regulasi yang timbul. Komisi Eropa pada akhirnya membuka penyelidikan penuh terhadap kesepakatan tersebut, terutama terkait dengan bantuan negara asing yang dianggap tidak adil melalui Foreign Subsidies Regulation.
JD.com Berkomitmen Hadapi Kekhawatiran Uni Eropa
Komentar dari JD.com menyiratkan keyakinan bahwa transaksi ini dapat memperkuat tujuan Eropa terkait inovasi dan daya saing. Perusahaan optimis bahwa proses akuisisi akhirnya akan mendapat persetujuan positif dari Komisi Eropa pada paruh kedua tahun 2026. Batas waktu penentuan akuisisi ini dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Fokus JD.com: Logistik dan Gudang Pasok Lintas Negara
Keluar dari Indonesia, JD.com telah memutuskan untuk menutup operasional JD.ID pada Maret 2023 guna fokus pada pengembangan jaringan rantai pasok lintas negara dengan logistik dan gudang sebagai fokus utama bisnisnya. Sebelum penutupan, JD.ID telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dua kali sepanjang tahun sebelumnya, dengan sekitar 30% pegawai yang terdampak.
Dengan kesuksesan ekspansi bisnisnya ke Eropa dan rencana akuisisi Ceconomy di Jerman, JD.com terus berupaya untuk memperluas jangkauan bisnisnya di pasar internasional, walaupun meninggalkan jejaknya di Indonesia.












