Survei: Pekerja di Singapura dan Hong Kong Paling Pesimis Soal Penggunaan AI
Sebuah survei terbaru oleh agen perekrutan terkemuka Robert Walters mengungkapkan temuan menarik terkait adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di Asia. Profesional di Singapura dan Hong Kong menunjukkan tingkat optimisme yang rendah terkait dampak AI pada karier mereka.
Rendahnya Optimisme di Singapura dan Hong Kong
Hanya 67% pekerja di Singapura dan 66% di Hong Kong percaya bahwa kehadiran AI akan berdampak positif bagi karier mereka. Hal ini menempatkan kedua wilayah tersebut di peringkat terbawah dalam indeks optimisme karier di Asia.
Fungsi Kerja yang Terdampak dan Pergeseran Peran Manusia
AI memberikan dampak signifikan terutama pada fungsi-fungsi pekerjaan yang berorientasi pada proses, padat data, dan operasional. Para pekerja memanfaatkan AI untuk mempercepat pembuatan konten, analisis data, riset mendalam, dan optimalisasi alur kerja.
Kemampuan dan Keterampilan yang Dibutuhkan
Perusahaan kini mempertimbangkan kemampuan intrinsik manusia seperti analisis data, berpikir kritis, kreativitas, dan keputusan etis sebagai keterampilan krusial. Selain itu, adaptasi terhadap perubahan dan pemahaman tentang pembelajaran mesin semakin dibutuhkan di pasar kerja.
Dibandingkan dengan fokus pada posisi teknik AI murni, organisasi di Asia lebih memilih untuk menciptakan posisi hibrida seperti AI Product Manager dan AI Implementation Lead. Peran-peran ini bertujuan untuk menjamin tata kelola, kepatuhan etika, manajemen risiko, dan strategi adopsi teknologi yang efektif.












