Berita  

Gempa Mengerikan di RI: Tsunami Setinggi 21 M Mengancam

Bencana Tsunami Pangandaran: Tonggak Penguatan Mitigasi Bencana di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Tepat 20 tahun setelah tsunami Pangandaran menerjang pesisir selatan Jawa, para ahli mengingatkan bahwa bencana tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan mitigasi bencana di Indonesia. Peristiwa itu mendorong pembenahan sistem peringatan dini tsunami sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. BMKG mencatat, gempa M7,7 yang mengguncang Pangandaran pada pukul 15:19 WIB, 17 Juli 2006 itu pemicu utama tsunami setinggi 4-8 meter di Pangandaran dan sekitarnya.

Ahli Seismologi: Tsunami Pangandaran Salah Satu Terbesar di Jawa

Ahli Seismologi dari BMKG, Pepen Supendi, menjelaskan bahwa tsunami Pangandaran merupakan tsunami terbesar di Pulau Jawa setelah gempa dan tsunami Banyuwangi pada 1994. Tragedi ini juga menjadi contoh penting fenomena tsunami earthquake yang mengubah pemahaman ilmuwan mengenai mekanisme pembangkitan tsunami. Kejadian ini mempercepat pembangunan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang diresmikan pada 11 November 2008.

Gempa Terasa Lemah, Tapi Pemicu Tsunami Mematikan

Meskipun gempa Pangandaran terasa lemah, proses patahannya berlangsung sangat lambat sehingga memicu tsunami besar. Masyarakat di Pangandaran hanya merasakan guncangan sekitar 3-4 MMI, hingga satu jam kemudian gelombang tsunami menyapu kawasan pesisir. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk segera menjauhi pantai saat merasakan gempa yang berlangsung lama.

Pepen juga menjelaskan bahwa tinggi tsunami di Pangandaran dan sekitarnya berkisar 5-10 meter, namun di Nusa Kambangan mencapai 21 meter. Ada dugaan faktor lain selain patahan gempa sebagai penyebab tinggi tsunami tersebut.

Ketangguhan Pariwisata Pangandaran Masih Jadi PR

Harkunti Pertiwi Rahayu dari ITERA menyoroti perlunya memperkuat ketangguhan sektor pariwisata melalui Business Continuity Plan (BCP). Tsunami Pangandaran pada 2006 menunjukkan kerentanan sektor pariwisata yang perlu ditingkatkan ketangguhannya.

Rambu Tsunami Perlu Distandardisasi

Harkunti menekankan pentingnya standarisasi rambu evakuasi tsunami untuk menghindari kebingungan di lapangan. Meskipun sudah ada standar nasional, perlu konsistensi dalam implementasinya agar lebih efektif.

Saat ini, sistem peringatan dini tsunami di Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan, dengan BMKG mampu menyampaikan informasi dalam waktu 3-5 menit untuk memitigasi risiko bencana di masa mendatang.

Source link