Kelompok Purba Laki-Laki Tanpa Perempuan
Jakarta, CNBC Indonesia – Penemuan jejak kaki berusia 1,4 juta tahun di Kenya memberikan gambaran menarik tentang kebiasaan pergerakan purba manusia. Jejak tersebut mengungkap bahwa kelompok laki-laki dewasa bergerak bersama tanpa kehadiran perempuan atau anak-anak. Temuan ini membuktikan bahwa pola perjalanan berbasis jenis kelamin sudah ada jauh sebelum zaman modern.
Jejak Kaki Purba Paranthropus boisei
Para peneliti menemukan 21 jejak kaki yang diyakini berasal dari delapan individu spesies Paranthropus boisei di tepi danau purba di Turkana Utara, Kenya. Dari jejak tersebut, mayoritas diperkirakan berasal dari laki-laki dewasa. Hal yang menarik, tidak ditemukan jejak perempuan dalam kelompok tersebut, menegaskan bahwa laki-laki tampaknya bergerak secara terpisah dari perempuan.
Neil Roach, peneliti dari Universitas Harvard yang terlibat dalam studi ini, menyebutkan bahwa pola pergerakan ini mencerminkan struktur sosial kompleks pada spesies Paranthropus boisei. Meskipun laki-laki bersaing, mereka tetap mampu bergerak bersama demi keamanan dalam lingkungan berbahaya.
Rekaman Perilaku dari Jejak Kaki
Jejak kaki menjadi bukti berharga tentang pola pergerakan dan hubungan sosial pada masa purba. Temuan serupa juga telah ditemukan di Tanzania, di situs Engare Sero, memperlihatkan kelompok perempuan dewasa yang bergerak bersama untuk berburu atau mengumpulkan makanan. Hal ini menunjukkan adanya pembagian peran dan pola perjalanan yang konsisten dalam sejarah manusia purba.
Peneliti berencana untuk terus menggali informasi lebih lanjut untuk memahami apakah pola ini umum terjadi pada berbagai spesies manusia purba. Dengan bukti yang semakin kuat, dapat dipastikan bahwa kebiasaan “berjalan sendiri” atau berkelompok berdasarkan jenis kelamin telah ada sejak jutaan tahun lalu.












