Berita  

iPhone Mendominasi Pasar, HP China Terpinggirkan

Situasi Industri Smartphone Global di Kuartal II 2026

Jakarta, CNBC Indonesia – Industri smartphone global mengalami tantangan berat pada kuartal II (Q2) 2026. Menurut laporan terbaru dari firma riset Counterpoint, terjadi penurunan pengiriman smartphone secara global hingga 11% secara year-on-year. Penurunan ini terutama dipicu oleh pabrikan HP asal China yang mengalami penurunan signifikan.

Penyesuaian Strategi Pemasaran di Tengah Kenaikan Biaya Produksi

Dinamika ini terjadi karena adanya keterbatasan pasokan dan penyesuaian harga komponen utama, terutama chip memori (RAM/DRAM). Kondisi ini berkaitan dengan pengalihan sumber daya ke infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Peningkatan biaya produksi juga memaksa produsen untuk menyusun ulang strategi pemasaran, terutama pada segmen ponsel kelas bawah hingga menengah yang selama ini menjadi fokus utama produsen China.

“Kenaikan biaya komponen memicu penyesuaian harga di tingkat konsumen, yang pada akhirnya berdampak pada tingkat permintaan pada segmen ponsel terjangkau hingga menengah,” jelas Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain.

iPhone Kuat di Pasaran

Di tengah situasi sulit tersebut, Apple Inc. memilih untuk tidak menaikkan harga jual iPhone dan keputusan ini ternyata menjadi langkah yang tepat. Perusahaan asal Cupertino ini diproyeksikan mencatatkan rekor pertumbuhan penjualan kuartalan terkuat dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Apple juga meraih pangsa pasar yang signifikan dan berhasil merebut predikat sebagai perusahaan paling berharga di dunia dari Nvidia. Pendekatan yang berbeda ini membuat pengiriman smartphone global turun ke level terendah dalam 13 tahun terakhir.

Proyeksi Pendapatan dan Kenaikan Harga September

Berdasarkan data estimasi Counterpoint Research, pengiriman iPhone justru mengalami kenaikan 3% pada kuartal April-Juni. Pangsa pasar Apple pun merangkak naik hingga mendekati 20% dari pasar global dengan nilai kapitalisasi pasar Apple yang mencapai rekor historis di atas US$ 5 triliun.

Prospek pendapatan Apple juga terlihat cerah dengan diperkirakan akan membukukan lonjakan pendapatan sebesar 15,5% pada periode April-Juni. Namun, analis memproyeksikan bahwa Apple kemungkinan akan menyesuaikan harga iPhone di saat peluncuran lini iPhone terbaru pada bulan September mendatang.

Source link