Berita  

China Ancam Pembalasan ke Amerika

China Ancam Akan Balas Dendam Ke AS Terkait Produk Teknologi

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas setelah pemerintah AS kembali memperketat pembatasan terhadap produk teknologi asal Negeri Tirai Bambu.

Kementerian Perdagangan China menanggapi tindakan tersebut dengan menyatakan bahwa Komisi Komunikasi Federal AS (Federal Communications Commission/FCC) telah mengabaikan sikap China terkait larangan produk teknologi yang diberlakukan.

Pengumuman Terbaru FCC dan Respons China

FCC baru-baru ini mengumumkan penambahan perangkat robotik canggih buatan luar negeri ke dalam daftar pembatasan impor ke AS dengan alasan keamanan siber. Meskipun tidak menyebut negara tertentu secara eksplisit, China menganggap kebijakan tersebut ditujukan khusus pada produk-produk China.

Kementerian Perdagangan China menilai tindakan penguncian produk asal China sebagai upaya merusak ekonomi dan perdagangan China-AS. Beijing meminta AS untuk mencabut keputusan tersebut dan mengancam akan mengambil langkah balasan jika kebijakan tersebut tetap dipertahankan.

Dampak ke Produsen Robot China dan Pasar Saham

Kebijakan baru AS ini berdampak pada produsen robot humanoid China, yang sedang mempersiapkan penawaran saham perdana. Marc Einstein, seorang analis dari Counterpoint Research, menyoroti bahwa hal ini menjadi kabar buruk bagi industri robotik China.

Masih menurut Einstein, China dapat memperketat penjualan logam tanah jarang kepada perusahaan AS dan membatasi akses perusahaan AS seperti Tesla dan NVIDIA ke pasar China sebagai bentuk balasan.

Di sisi lain, eskalasi persaingan teknologi antara China dan AS semakin memanas. Perseteruan ini semakin meruncing menjelang rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di bulan September.

Peta Persaingan Pasar Robotik

Berdasarkan data Counterpoint Research, tiga perusahaan robotik China memimpin pemasaran robot humanoid tahun lalu. Sementara itu, saham salah satu perusahaan robotik China, UBTech, tercatat mengalami penurunan signifikan setelah pengumuman pembatasan baru.

Dampak dari kebijakan ini membuat perusahaan-perusahaan robotik China berupaya memperluas operasional mereka di wilayah AS. Salah satunya adalah distributor robot humanoid China, Robostore, yang saat ini sedang memperkuat kapabilitas operasionalnya di AS.

Persaingan teknologi antara China dan AS semakin memanas dan lebih rumit dengan berbagai kebijakan pembatasan perdagangan yang diberlakukan. Situasi ini akan terus menjadi sorotan hingga kedua negara menemukan titik tengah dalam hubungan perdagangan mereka.

Source link