Berita  

Taktik Mata-Mata China: Warga Dunia Diperhatikan 24/7






China Surveillance Platform: Penyadapan Warga Asing di Zhangjiakou

Tingkat Penyadapan Warga Asing di China Terekspos oleh Peneliti Keamanan Siber Amsterdam

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah peneliti keamanan siber asal Amsterdam secara tidak sengaja mengungkap skandal besar yang melibatkan otoritas China dalam pengawasan terhadap warga negara asing (WNA). Marc Hofer (46) menemukan sebuah platform berbentuk futuristik yang dirancang khusus untuk melacak keberadaan turis, jurnalis, dan mahasiswa asing di Zhangjiakou, kota tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022 dan salah satu destinasi ski terpopuler di China.

Data Intelijen Bocor ke Publik

Temuan ini mengungkap bahwa sistem canggih yang dibuat oleh China terbuka untuk publik, memungkinkan akses ke data sensitif seperti nomor paspor, nomor telepon, dan riwayat transaksi. Dasbor pemantau tersebut mencakup informasi lebih dari 12.000 entri data, termasuk jurnalis asing, mahasiswa internasional, hingga daftar buronan dan key persons.

Selain informasi statis, sistem ini juga menggunakan teknologi pengenalan wajah, data medis, transaksi, hingga nomor kursi pesawat dan kereta api untuk melacak aktivitas dan hubungan sosial WNA. Keterlibatan perusahaan swasta seperti Origin Dynamic dalam proyek ini juga menjadi sorotan, menunjukkan kerentanan yang disebabkan oleh luasnya jaringan pengawasan di China.

Diskriminasi Agama hingga Pelacakan Hubungan Sosial

Kehebatan sistem ini tidak hanya terletak pada pelacakan lokasi, tetapi juga pada kemampuannya untuk melacak data pribadi yang sangat mendalam. Mulai dari informasi agama, status pernikahan, hingga pemetaan hubungan sosial dan pertemanan, sistem ini memungkinkan China untuk mengawasi WNA hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan.

Selama platform tersebut online, data sensitif WNA bahkan dapat digunakan untuk melacak hubungan sosial antar mereka secara otomatis jika tertangkap kamera bersama di area publik. Hal ini membuat Human Rights Watch menyatakan bahwa China tidak memiliki perlindungan privasi yang memadai bagi warga asing yang berada di wilayahnya.

Setelah temuan diuji publik, platform tersebut akhirnya ditutup oleh pihak berwenang China. Meskipun demikian, Origin Dynamic dan Kepolisian Zhangjiakou menolak untuk memberikan komentar terkait skandal ini.

Source link