China Perketat Aturan Chip Domestik, AS Kian Kekuatirkan
Jakarta, CNBC Indonesia – Kebijakan protektif yang dilakukan pemerintahan Trump untuk menghambat kemajuan teknologi China terbukti sia-sia. Sanksi dan pembatasan ekspor teknologi canggih AS ke China nyatanya tak membuat Beijing hilang akal. Bahkan, China terus-terusan mengembangkan teknologi canggih secara mandiri, memicu kekhawatiran AS.
Perlindungan Teknologi Chip China
China kini berbalik ingin melindungi teknologi chip domestiknya dengan mengeluarkan revisi peraturan mengenai pembuatan chip. Aturan baru yang akan dilakukan akan meningkatkan perlindungan terhadap desain chip yang dibuat secara lokal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap sejumlah pembatasan teknologi dari AS, yang salah satunya melibatkan pembatasan akses China ke software desain semikonduktor canggih dan peralatan manufaktur.
Akses ke Amerika Dibatasi
Selain peraturan baru tersebut, otoritas Beijing juga tengah mempertimbangkan langkah lebih luas untuk mencegah teknologi domestik penting berpindah ke luar negeri. China berupaya untuk mempersulit peniruan karya sekaligus mengamankan hak hukum atas desain yang dikembangkan oleh pihak lain. Hal ini juga mengundang kekhawatiran AS terkait kemajuan teknologi China yang semakin kuat dan mandiri.
Kementerian Kehakiman dan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China menyatakan bahwa peraturan baru ini akan mulai berlaku pada 15 Oktober 2026 mendatang, dengan fokus pada tata letak sirkuit terpadu, standar pendaftaran, dan hukuman atas pelanggaran serius.
Alfredo Montufar-Helu, Direktur Pelaksana Ankura China Advisor, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyaring klaim mengenai kualitas serta membedakan perusahaan berdasarkan kemampuan teknologinya, sehingga Beijing dapat mengakses teknologi chip yang berkualitas tinggi.
Sumber: CNBC Indonesia












