Penghasilan Pengemudi Ojol Belum Meningkat Pasca Libur Sekolah
Jakarta, CNBC Indonesia – Libur sekolah telah berakhir, namun dampaknya terhadap pendapatan para pengemudi ojek online (ojol) masih belum terasa signifikan. Meskipun Tahun Ajaran Baru 2026 telah dimulai sejak Senin, 13 Juli 2026, pengemudi ojol mengungkap bahwa pendapatan harian mereka tidak mengalami lonjakan yang berarti.
Pendapatan Harian Rata-Rata Tetap Stagnan
Berdasarkan wawancara dengan beberapa pengemudi ojol di Jakarta, rata-rata pendapatan bersih yang mereka bawa pulang masih tetap sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari. Meskipun anak-anak kembali ke sekolah, tidak ada perubahan yang mencolok dalam pendapatan para pengemudi.
Salah satu pengemudi ojol menyatakan, “Pendapatannya tak ada perubahan signifikan, masih sekitar bersih Rp100.000, Rp150.000, sampai Rp200.000-an lah bersih.” Meski demikian, pendapatan harian tetap cenderung tidak stabil, dengan ada pengemudi yang mengalami penurunan hingga Rp50.000 dibandingkan dengan sebelumnya.
Perubahan Penghasilan dan Layanan
Sebagai sedikit perubahan, pengemudi ojol tidak lagi dikenakan biaya tambahan saat menerima pesanan layanan Hemat. Sebelumnya, terdapat potongan biaya tambahan untuk jumlah trip tertentu, namun kini hal tersebut telah dihilangkan.
Meskipun demikian, secara keseluruhan, para pengemudi menganggap bahwa kondisi pendapatan mereka masih stagnan. Tidak terlihat perbedaan yang signifikan sejak sebelum perubahan potongan komisi maupun sebelum libur sekolah berakhir.
Dengan kondisi pendapatan yang belum banyak berubah, sebagian besar pengemudi ojol merasa pasrah namun tetap berharap agar volume pesanan dapat meningkat untuk meningkatkan penghasilan harian mereka.
Itulah kondisi terkini terkait dengan penghasilan para pengemudi ojol pasca libur sekolah. Meskipun aktivitas sekolah telah kembali normal, pengemudi ojol masih merasakan tantangan dalam meningkatkan pendapatan harian mereka.
(fab/fab)












